Konflik Teluk Picu Gangguan Aluminium: Defisit 1,9 Juta Ton di 2026 dan Harga LME Tetap Tinggi

trading sekarang

Tim Global Strategy TD Securities menyoroti aluminium sebagai salah satu korban utama gangguan akibat konflik di Teluk Persia. Produksi di Bahrain dan Qatar terhambat, sementara Alba di Bahrain mengumumkan force majeure. Ketiga fasilitas ini berkontribusi pada gangguan pasokan yang berdampak pada dinamika pasar logam.

Analisis memprediksi defisit pasar aluminium mencapai sekitar 1,9 juta ton pada 2026. Dengan pembatasan pasokan dan penarikan persediaan yang intensif, harga di pasar LME diperkirakan tetap tinggi meski beberapa elemen volatil menambah tekanan harga.

Selain produksi yang terhenti, jalur perdagangan utama juga berpotensi terganggu. Sekitar 5 juta ton logam primer melewati Selat Hormuz setiap tahun dari Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Jika jalur ini tertutup dalam jangka panjang, penutupan fasilitas lain berpotensi terjadi dan menambah ketidakpastian pasokan global.

Harga aluminium di pasar fisik dan berjangka melonjak hingga $3,534/t pada titik tertentu, level tertinggi yang belum terlihat sejak 2022. Kondisi ini didorong oleh gangguan pasokan akibat konflik di Teluk yang memperburuk penarikan persediaan dan membatasi ketersediaan logam.

Premi Midwest AS naik hingga sekitar $2,400/t, dengan proyeksi bergerak lebih tinggi karena kebijakan tarif impor dan tekanan permintaan regional. Premi ini mencerminkan biaya tambahan untuk distribusi logam ke pasar utama dan menambah bobot pada harga akhir bagi pengguna.

Walau harga telah menurun dari puncaknya, prospek jangka panjang tetap terkait pada defisit pasokan dan kelangkaan persediaan. Pasokan yang tersisa menghadapi tantangan dari gangguan operasional di beberapa fasilitas utama, meningkatkan risiko volatilitas harga di masa mendatang.

Analisis fundamental menunjukkan aluminium berada dalam fase bull jangka menengah akibat gangguan geopolitik dan penarikan inventori. Menurut kami di Cetro Trading Insight, laporan seperti ini mempertegas bahwa dasar pasar sedang diperkokoh, meskipun tidak ada sinyal entri spesifik tanpa data harga saat ini.

Dengan risiko geopolitik yang berkelanjutan, pendekatan perdagangan perlu kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat. Tanpa data harga terkini, rekomendasi posisi spesifik sulit diberikan, sehingga investor disarankan memantau pergerakan harga dan perubahan inventori dengan seksama.

Kesimpulan kami adalah bahwa ada peluang bullish berdasarkan fundamentum pasokan, namun sinyal perdagangan eksplisit tetap tidak tersedia. Tetap pantau rilis data inventori, kebijakan perdagangan, dan pergeseran kapasitas produksi untuk penilaian lebih lanjut. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan dan menyajikan update terkait aluminium.

broker terbaik indonesia