Logam Dasar Menguat Tipis di Asia Sambil Menanti Data The Fed dan Ketegangan Geopolitik

Logam Dasar Menguat Tipis di Asia Sambil Menanti Data The Fed dan Ketegangan Geopolitik

trading sekarang

Harga logam dasar menguat pada sesi Asia pada hari Jumat, menggambarkan respons pasar terhadap ketidakpastian global yang sedang berjalan. Dalam rangkaian pergerakan, tembaga berfutures 3 bulan di London Metal Exchange naik tipis sekitar 0,1 persen ke level USD 12.819 per metrik ton, sementara aluminium menguat sekitar 0,2 persen dan seng bertambah sekitar 0,15 persen.

Analisa dari Sucden Financial, dikutip Dow Jones Newswires, menunjukkan bahwa pergerakan harga tampak lebih stabil dan cenderung menghindari tren baru, dengan resistensi yang menemui titik balik serta volume transaksi yang terkonsentrasi di area tersebut. Hal ini mengindikasikan pola sideways lebih mungkin sebagai dinamika jangka pendek daripada gerak arah baru.

Di sisi lain, perak bertahan di atas level USD 78 per troy ons pada Jumat, menuju kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan minimnya volume perdagangan di Asia. Cetro Trading Insight mencatat bahwa faktor geopolitik dan volatilitas likuiditas memberikan tekanan pada logam mulia sambil tetap menjaga ekspektasi pasar terhadap konsolidasi harga.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas setelah Presiden Donald Trump memberikan peringatan terkait program nuklir Teheran, menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan logam fuselage. Pasar komoditas pun bereaksi dengan dinamika harga yang beragam di tengah risiko geopolitik.

Volume perdagangan tetap lesu sepanjang pekan ini, sebagian besar karena pasar Asia, terutama China, menutup untuk libur Tahun Baru Imlek. Kondisi likuiditas yang rendah memperbesar risiko tes resistensi harga tanpa adanya konfirmasi arah yang jelas.

Para investor menanti rilis data ekonomi AS yang berpotensi memandu kebijakan Federal Reserve. Risalah pertemuan FOMC terbaru menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan soal prospek suku bunga, sebagian menilai kebutuhan kenaikan lanjutan jika inflasi tetap tinggi. Dalam analisis kami di Cetro Trading Insight, kombinasi antara kondisi geopolitik dan respons kebijakan moneter menambah nuansa volatil pada pergerakan logam dasar dan logam mulia.

broker terbaik indonesia