Di era mobilitas global, kebutuhan layanan keuangan yang praktis semakin menjadi prioritas bagi WNI yang tinggal di luar negeri. Akses perbankan yang mudah sejak pra-keberangkatan bisa memperlancar adaptasi finansial di negara tujuan. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) menanggapi tren ini melalui terobosan layanan WBK Pre-Registration. Layanan ini memungkinkan nasabah untuk menyelesaikan tahap administrasi secara digital sebelum tiba di Korea Selatan, sehingga pembukaan rekening dan layanan cabang bisa lebih cepat. Analisis dari Cetro Trading Insight menilai inovasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat dukungan mobilitas lintas negara.
Layanan WBK Pre-Registration memungkinkan calon nasabah menuntaskan tahap administrasi awal secara online, sehingga proses pembukaan rekening di cabang bisa lebih singkat saat tiba di Korea. Dengan dokumen yang sudah dirampungkan, nasabah dapat langsung mengakses layanan perbankan dasar begitu mendarat di negara tujuan. Jaringan internasional Bank Woori Saudara memfasilitasi kelangsungan data keuangan antara Indonesia dan Korea Selatan, mengurangi kendala perbedaan sistem.
Langkah digital ini menyoroti arah transformasi perbankan yang semakin mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan integrasi lintas negara. Nasabah potensial bisa menyiapkan kebutuhan finansial sejak pra-registrasi, sehingga transisi finansial saat tinggal di Korea menjadi lebih mulus. Para analis menilai inisiatif ini sebagai respons adaptif terhadap dinamika mobilitas global dan permintaan layanan yang lebih efisien.
Rizal Rafly dari Ajaib Sekuritas menilai manfaatnya jelas bagi WNI yang bekerja atau belajar di luar negeri. Proses pra-registrasi membantu memotong birokrasi dan memperkecil waktu tunggu di cabang. Ini merupakan indikator bagaimana bank nasional bereaksi terhadap tren mobilitas lintas negara dengan solusi digital.
Keberadaan layanan lintas negara memperluas opsi pembukaan rekening dan transaksi harian bagi WNI di Korea Selatan. Aktivitas finansial bisa berjalan lancar tanpa hambatan berkat dukungan infrastruktur keuangan lintas negara. Keterhubungan antara Indonesia dan Korea Selatan melalui jaringan induk usaha memudahkan integrasi sistem dan layanan nasabah.
Dukungan digitalisasi meningkatkan efisiensi administrasi, sehingga nasabah bisa fokus pada adaptasi lingkungan baru. Layanan pra-registrasi mencerminkan arah transformasi perbankan yang mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan integrasi lintas negara. Para bankir melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan peningkatan layanan lintas batas.
Secara keuangan, Bank Woori Saudara mencatat total aset sebesar Rp59,6 triliun per September 2025, naik dari Rp58,7 triliun pada akhir 2024. Dari total aset tersebut, kredit direalisasikan sebesar Rp46,1 triliun, relatif stabil dibanding posisi akhir 2024 yang sebesar Rp46,88 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp32,42 triliun pada September 2025, tumbuh sekitar 3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Likuiditas juga didorong pembiayaan sebesar Rp12 triliun, sebagian besar berasal dari induk usaha.