Setelah lima hari mengalami kenaikan, harga minyak memperlihatkan tekanan signifikan pada hari kemarin. Brent ditutup turun sekitar 4,15 persen, menandai pembalikan dari momentum positif yang sempat terjadi. Penilaian ini mencakup pandangan para analis yang menilai pergerakan harga sebagai respons terhadap perubahan sentimen pasar.
Aksi jual terjadi ketika AS menghindari tindakan segera terhadap Iran di tengah protes nasional. Para analis komoditas ING, Ewa Manthey dan Warren Patterson, menekankan bahwa gejolak geopolitik telah mereda sedikit meski masih menjadi fokus utama para pelaku pasar. Sentimen turun mencerminkan keseimbangan antara risiko dan penawaran di pasar global.
Lebih lanjut, para ahli menilai bahwa meski risiko geopolitik telah mereda, potensi gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz tetap menjadi faktor volatilitas jangka pendek. Secara tradisional, sekitar 20 juta barel per hari melewati jalur sempit tersebut, sehingga setiap eskalasi dapat mengganggu pasokan global.
Walau sinyal bearish menonjol, pasar tidak sepenuhnya tenang. Premi risiko tetap ada meskipun tekanan pasar surut, karena faktor geopolitik masih bisa berubah dengan cepat. Analisis ini menekankan bahwa volatilitas jangka pendek kemungkinan tetap tinggi meski arah umum harga sedang turun.
Di sisi teknikal, para analis menunjukkan bahwa time spread ICE Brent menunjukkan dinamika yang mendukung kondisi pasar yang ketat. Pergerakannya relatif kuat meskipun harga spot sedang datar, sebuah indikator bahwa pasokan berada di level ketat terutama ketika aliran minyak dari Kazakhstan melalui CPC menurun.
Faktor risiko terhadap pasokan juga tercermin pada proyeksi jangka pendek, dengan pasar melihat potensi gangguan di jalur pasokan yang menjadi sumber utama untuk beberapa wilayah. Meskipun harga mengalami pembalikan, kekhawatiran terkait kelangsungan pasokan di Hormuz dan kawasan sekitarnya tetap menjadi bahan diskusi para trader.
Sejalan dengan kondisi tersebut, para pelaku pasar cenderung mempertahankan bias bearish untuk Brent dalam beberapa pekan mendatang. Penurunan harga terbaru menambah tekanan bagi produsen untuk menyesuaikan produksi dan menjaga keseimbangan pasokan global.
Indikator teknikal seperti spread waktu terus menjadi alat evaluasi bagi para trader, meskipun dinamika geopolitik bisa mengubah arah kapan saja. Pasar tetap gelisah karena ketidakpastian di Iran dan potensi eskalasi yang bisa mempengaruhi aliran minyak secara luas.
Secara keseluruhan, outlook bearish masih relevan jika gejolak di Iran tidak mereda, tetapi pasar akan tetap diawasi terkait bagaimana aliran minyak melalui Hormuz dan CPC Kazakhstan berlanjut. Risiko geopolitik yang tersisa kemungkinan akan menjaga volatilitas tinggi di pasar minyak jangka pendek.