
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan menilai bagaimana harga minyak memengaruhi lanskap makro Kanada. WTI telah diproyeksikan bertahan di atas $95 per barel melalui kuartal keempat, sehingga tekanan terhadap inflasi headline meningkat dan jalur kebijakan moneter menjadi lebih kompleks. Pergerakan energi juga berdampak pada biaya input produksi dan perdagangan, yang akhirnya menyalurkan dampak ke harga konsumen.
Menurut analisis TD Securities, perubahan pada proyeksi minyak menaikkan risiko inflasi headline. Dampaknya bisa terlihat pada pergerakan harga harian dan penilaian risiko bagi Bank of Canada. Meskipun demikian, efeknya tidak hanya tergantung pada harga minyak, melainkan juga pada dinamika pertumbuhan dan output gap Kanada.
Sekaligus terdapat ruang bagi Bank of Canada untuk menyaring dampak guncangan minyak jika pertumbuhan jangka pendek tetap berada di atas potensi output. Selama proyeksi pertumbuhan tidak menyimpang jauh dari kapasitas ekonomi, bank sentral cenderung menahan kebijakan dan menghindari pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Proyeksi CPI menunjukkan laju inflasi headline diperkirakan rata-rata 2.9% YoY untuk Q2–Q3, dengan pembacaan bulanan bisa mencapai puncak sekitar 3.0%. Angka ini menunjukkan inflasi yang masih berada di zona seimbang namun menuntut pengawasan berkelanjutan atas faktor-faktor penekanannya, termasuk harga minyak.
Inflasi sempat melambat pada Maret–April, dengan penurunan sekitar 0.5 poin persentase selama dua bulan. Namun lintasan baru untuk minyak berisiko membalikkan sebagian kemajuan itu, sehingga jalur inflasi tetap rapat dipantau dan menimbulkan risiko terhadap ekspektasi harga di masa depan.
Selain itu, laporan menunjukkan GDP Q1 2026 mengalami penurunan signifikan, meninggalkan proyeksi pertumbuhan 2026 sekitar 0.7% secara rata-rata. Meskipun ada pembalikan ke arah pertumbuhan di Q2, gambaran keseluruhan tetap lemah dan bergantung pada daya dorong permintaan domestik serta faktor eksternal. Kondisi ini menegaskan perlunya kehati-hatian dalam menilai kebijakan di masa mendatang.
Bank of Canada diperkirakan akan menjaga Overnight Rate di 2.25% hingga 2027, menandakan komitmen pada stabilitas kebijakan dalam jangka menengah. Keputusan ini memberikan ruang bagi bank sentral untuk menilai dampak guncangan minyak tanpa perlu menurunkan suku bunga secara segera.
Dengan pertumbuhan jangka pendek diperkirakan mendekati atau melampaui output potensial, BoC menunjukkan fleksibilitas untuk memantau risiko inflasi tanpa kehilangan kendali terhadap neraca pertumbuhan. Paparan terhadap tekanan energi menambah kebutuhan evaluasi risiko yang lebih luas terkait pasar tenaga kerja dan permintaan domestik.
Meski proyeksi 2026 menunjukkan tantangan, adanya pemulihan di beberapa sektor dapat memberikan sinyal positif. Namun penting diingat bahwa dinamika global dan faktor eksternal tetap menjadi penentu utama arah kebijakan. Oleh karena itu, pendekatan BoC akan terus menimbang risiko terhadap inflasi serta kemampuan pertumbuhan untuk kembali ke jalurnya.