Data Zona Euro menunjukkan harga produsen turun 0,7% secara bulanan (m/m) dan 3,0% secara tahunan (y/y). Pelemahan di sektor energi menjadi pendorong utama penurunan ini, sementara tekanan inti di luar energi tetap positif meski ada dampak pelemahan energi terhadap indeks harga umum. Di sisi lain, penjualan ritel Zona Euro memperlihatkan pertumbuhan tahunan yang moderat meski momentum bulanan melemah, menandakan konsumsi tetap menahan laju meski ditantang oleh faktor musiman.
Perbandingan di tingkat EU menunjukkan harga produsen overall turun 0,5% m/m dan 2,7% y/y, menunjukkan dinamika harga yang serupa dengan zona tetapi dengan variasi antarnegara. Tekanan harga di luar energi tetap meningkat secara moderat, mencerminkan adanya sebagian tekanan permintaan yang tersebar di beberapa kategori selain energi. Dengan kata lain, dampak energi telah mereda, tetapi tekanan inti tetap menjadi faktor yang perlu diawasi.
Di tingkat negara anggota, penurunan bulanan terbesar terlihat di Spanyol, Irlandia, dan Portugal, sementara Bulgaria, Finlandia, dan Swedia mencatat kenaikan tahunan tertinggi. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran pola harga produksi di wilayah, menggarisbawahi perbedaan siklus di antara negara anggota. Sementara itu, data ritel Februari menunjukkan penurunan 0,2% m/m secara zona, dan EU turun 0,3%, didorong oleh penurunan penjualan makanan dan kinerja non-makanan yang flat atau sedikit negatif, meski ada kenaikan pada penjualan bahan bakar.
Di Jerman, pesanan manufaktur Februari naik 0,9% m/m, dengan momentum yang lebih kuat ketika pesanan tanpa kontrak besar meningkat 3,5%. Pertumbuhan didorong terutama oleh sektor otomotif (+3,8%), serta lonjakan signifikan pada sektor tekstil (+45,2%) dan logam (+3,7%). Sektor transportasi lain mengalami penurunan tajam sebesar -25,9%, menyeimbangkan sebagian besar kenaikan di sektor terkait.
Data ini mengindikasikan dinamika internal Jerman yang kuat di beberapa subsektor meskipun ada tekanan di sektor transportasi lain. Ketidakterpaduan ini memunculkan pertanyaan seputar kecepatan pemulihan permintaan di ekonomi utama zona euro dan bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi prospek pertumbuhan regional. Dalam konteks umum, lonjakan di Jerman menambah dukungan bagi evaluasi bahwa momentum ekonomi internasional sedang berada pada jalur yang beragam antar segmen.
Selain itu, data perdagangan dan akun berjalan Prancis menunjukkan deteriorasi pada neraca perdagangan dan akun saat ini, menambah gambar heterogen pada kinerja negara anggota. Dengan demikian, bias umum pasar cenderung mengarah pada pergeseran dinamis antara volatilitas EUR dan imbal hasil obligasi inti, terutama setelah fase gencatan senjata yang memberi ruang bagi penurunan imbal hasil inti secara relatif.