MPPA Gelar HMETD Jumbo untuk Perbaiki Struktur Modal dan Dukung Ekspansi Aset Properti

MPPA Gelar HMETD Jumbo untuk Perbaiki Struktur Modal dan Dukung Ekspansi Aset Properti

trading sekarang

PT Matahari Putra Prima Tbk MPPA mengumumkan aksi korporasi berskala besar berupa HMETD atau rights issue untuk memperkuat posisi kepemilikan saham. Rencana ini mencakup penerbitan sekitar 24 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memperbaiki struktur permodalan dan likuiditas perseroan, sekaligus menyediakan dana segar guna ekspansi. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami konteks serta potensi dampaknya bagi pemegang saham.

Rencana HMETD VIII akan didorong oleh akumulasi dana dari hak memesan efek terlebihan dahulu, dengan target penggunaan yang fokus pada akuisisi aset properti. Setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil HMETD VIII diharapkan dapat mendukung ekspansi fisik portofolio perseroan. Upaya ini juga dirancang untuk meningkatkan pendapatan berulang dan memperbaiki margin jangka panjang perseroan. Informasi ini disajikan untuk memberikan gambaran jelas tentang arah aksi korporasi kepada investor.

Manajemen menyampaikan keyakinan bahwa pelaksanaan HMETD VIII akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi perusahaan. RUPSLB untuk persetujuan aksi dijadwalkan pada 30 Maret 2026, sehingga keputusan pemegang saham menjadi penentu tempo eksekusi. Meski demikian, kinerja 2025 menunjukkan tantangan dengan rugi bersih Rp152 miliar dan ekuitas negatif Rp4 miliar, menandakan pentingnya langkah restrukturisasi ini untuk menjaga kesinambungan operasional.

Beberapa aset yang akan diakuisisi menggunakan dana HMETD VIII mencakup bangunan seluas 16.138 meter persegi di Mall City of Tomorrow, Jawa Timur, milik afiliasi PT Citra Cito Perkasa. Selain itu, perusahaan berencana membeli tanah seluas 6.704 meter persegi dan bangunan 15.848 meter persegi di Gresik, juga di Jawa Timur, milik PT Panca Megah Utama. Penambahan aset properti ini menunjukkan fokus ekspansi fisik perseroan melalui portofolio properti yang terkelola secara internal maupun melalui afiliasi.

Selanjutnya, MPPA menargetkan akuisisi tanah seluas 8.001 meter persegi dan bangunan 26.657 meter persegi di Bogor, Jawa Barat, milik PT Surya Asri Lestari. Di Yogyakarta, perseroan berencana mengambil alih tanah seluas 1.658 meter persegi dan bangunan 5.382 meter persegi di Gedongtengen dari PT Nusa Malioboro Indah. Aset lain adalah tanah 38.169 meter persegi di Kawasan Industri Graha Balaraja, Tangerang, Banten milik PT Balaraja Sentosa, serta tanah 2.056 meter persegi dan bangunan 1.659 meter persegi di Bogor dari PT Surya Asri Lestari.

Sisa dana rights issue akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan/atau penyertaan modal kepada entitas anak guna mendukung operasional serta pengembangan usaha. Jika HMETD tidak dilaksanakan sepenuhnya, MLPL sebagai pemegang saham utama akan menjalankan haknya sebagai pembeli siaga dengan komitmen menyerap sisa saham hingga maksimal 7,566 milyar lembar secara tunai, sehingga likuiditas dan kepemilikan tetap terjaga meski partisipasi minoritas tidak penuh.

Kondisi Keuangan, Risiko, dan Prospek Pasar

Kondisi keuangan MPPA saat ini menunjukkan tantangan yang signifikan. Perusahaan mencatat rugi bersih sebesar Rp152 miliar pada tahun 2025, dan ekuitasnya tercatat negatif sekitar Rp4 miliar. Beban liabilitas juga cukup tinggi dengan utang berbunga sekitar Rp980 miliar, sehingga kebutuhan terhadap perbaikan struktur modal menjadi prioritas utama. Kondisi tersebut menambah urgensi investasi dalam HMETD untuk menjaga arus kas dan likuiditas jangka pendek maupun menengah.

Aksi rights issue ini dipandang sebagai langkah kunci untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kapasitas pembiayaan, serta mendorong performa operasional ke depan. Manajemen menargetkan peningkatan pendapatan dan profitabilitas melalui ekspansi properti yang terkelola dengan baik. Selain itu, dilihat dari komitmen MLPL sebagai pembeli siaga, ada potensi stabilitas jika sebagian pemegang saham tidak mengambil haknya.

RUPSLB pada 30 Maret 2026 menjadi momen penentu bagi prospek jangka menengah MPPA. Investor disarankan untuk memperhatikan perkembangan kinerja dan progres akuisisi aset, karena faktor-faktor seperti biaya emisi, biaya akuisisi, serta sinergi operasional dengan portofolio Properti akan mempengaruhi return jangka menengah. Secara umum, sinyal dari artikel ini bersifat fundamental, dengan rekomendasi kehati-hatian karena ada risiko likuiditas dan volatilitas pasar properti yang turut mempengaruhi harga saham MPPA.

broker terbaik indonesia