Industri saham Indonesia kembali memasuki dinamika akuisisi yang menarik, saat Mercury Strategic Indonesia (MSI) mengumumkan Penawaran Tender Wajib untuk pemegang saham NATO. Penawaran ini menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp183 per saham, jauh di bawah harga saham NATO di pasar reguler yang mencapai sekitar Rp650 per saham. Fenomena semacam diskon besar ini bisa memicu reaksi beragam di kalangan investor, terutama menyangkut persepsi nilai dan kendali perusahaan.
MSI menyatakan targetnya untuk menyerap 5,85 miliar saham NATO, setara 73,13 persen dari total saham yang dikeluarkan perseroan, dengan dana sekitar Rp1,07 triliun. Peraturan ini menuntut kepatuhan terhadap POJK Nomor 9 Tahun 2018 terkait tender wajib. Analisis di Cetro Trading Insight menyoroti bahwa langkah ini menandai upaya konsolidasi kepemilikan yang signifikan dalam struktur NATO.
Harga MTO yang relatif rendah dibanding harga pasar berpotensi membuat investor minoritas enggan ikut tender meski MSI tetap menawarkan opsi jual. Hal ini menempatkan pemegang saham minoritas pada posisi evaluasi nilai dan likuiditas asetnya selama proses tender berjalan. Cetro Trading Insight menjelaskan bahwa pergeseran kendali seperti ini bisa mempengaruhi arah kebijakan dan valuasi NATO di masa mendatang.
Penawaran MTO dilakukan untuk memenuhi persyaratan POJK 9/2018 yang mewajibkan perusahaan melakukan tender jika ada perubahan kepemilikan signifikan. Harga Rp183 per saham jauh di bawah harga pasar, meski sedikit di atas rata-rata penutupan 90 hari terakhir sebesar Rp162,38. MSI mengumumkan niatnya menyerap 5,85 miliar saham NATO, sehingga kendali perseroan itu bisa berubah secara signifikan.
Nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp1,07 triliun, menandai komitmen finansial besar untuk menaikkan kepemilikan. Meskipun demikian, respons dari investor ritel mungkin terbatas karena diskon harga relatif besar terhadap harga pasar. Investor perlu membandingkan potensi keuntungan jangka panjang dengan risiko kendali perusahaan dan volatilitas harga saham akibat perubahan kepemilikan.
Menurut data publik, NATO sebelum akuisisi ini memiliki struktur pemegang saham yang didominasi oleh MSI sebesar 26,87 persen. Pihak pengendali baru dipimpin oleh Al Alan Rachmat Budiman, pengusaha properti yang dikenal dengan ekosistem ritel dan pusat perbelanjaan di beberapa kota. Alan juga mengendalikan City Retail Developments Tbk melalui PT Orion Global Development hingga 98 persen, menunjukkan integrasi kepemilikan yang luas.
Dari sudut sinyal perdagangan, artikel ini tidak memberikan rekomendasi beli atau jual karena fokus utamanya adalah perubahan kendali melalui MTO, bukan pergerakan harga instrumen trading. Dengan demikian sinyal trading efektif adalah tidak ada (no signal) dan tidak ada level yang relevan.
Regulator POJK 9/2018 membentuk landasan agar proses MTO berjalan secara transparan, memberikan peluang bagi investor untuk menilai harga dan peluang kepemilikan jangka panjang. Perubahan kendali seperti ini bisa meningkatkan volatilitas saham NATO jika investor menilai diskon MTO sebagai peluang atau risiko bagi nilai perusahaan. Pembaca disarankan untuk mengikuti pengumuman lanjutan dan keterangan resmi dari otoritas terkait.
Secara keseluruhan, langkah MSI mencerminkan strategi konsolidasi kepemilikan dan potensi perubahan arah perusahaan. Investor ritel perlu mencermati dinamika harga saham, likuiditas pasar, serta reaksi pemegang saham terhadap tawaran tersebut. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan NATO dan menyajikan analisis tambahan untuk membantu pembaca membuat keputusan investasi yang terinformasi.