Rilis GDP Jepang untuk Q4 menunjukkan pertumbuhan sebesar 0.1%, lebih lemah dari estimasi 0.4%. Angka ini memperpanjang pemulihan yang moderat setelah kontraksi pada kuartal sebelumnya. Analis menilai data tersebut meningkatkan peluang pemerintah untuk mengumumkan paket belanja fiskal besar guna mendongkrak pertumbuhan.
Pergerakan yen pada hari ini menunjukkan kelemahan terhadap mata uang utama karena spekulasi defisit fiskal Jepang membengkak. Ekspektasi belanja besar dapat menambah beban fiskal negara dan menekan daya tarik Yen sebagai alat lindung nilai. Hal ini membuat pasar menakar arah aliran modal ke aset berisiko yang lebih tinggi.
Investors menantikan notulen FOMC serta data CPI nasional Jepang untuk Januari. Dalam ekspektasi, rilis CPI diharapkan menjaga risiko pada USD/JPY. Secara umum, data inflasi yang lebih tinggi bisa menambah tekanan pada kebijakan moneter AS dan menyeimbangkan pergerakan pasangan ini.
Secara teknikal, USD/JPY bergerak mendekati 153.70 pada sesi Eropa, setelah kemarin berada di sekitar level tersebut. Pergerakan ini mencerminkan campuran driver fundamental dan alih arah harga menjelang data utama. Para trader memantau reaksi pasar terhadap kabar fiskal Jepang serta notulen FOMC yang akan dirilis.
Harga berada di bawah 20-day EMA di sekitar 154.73, menunjukkan bias pelemahan jangka pendek dan menjadikan EMA sebagai resistance terdekat. Break di bawah level tersebut dapat membuka ruang menuju support berikutnya. Sisi teknikal menunjukkan bahwa peluang rebound masih bergantung pada kemampuan pair untuk menutup di atas EMA tersebut.
RSI 14-hari berada di sekitar 41.35, memperlihatkan kemunduran momentum dan tekanan terhadap kenaikan lebih lanjut. Jika momentum membaik, ada peluang untuk tes kembali ke 157.66 pada pembukaan candle harian jika harga mampu menembus EMA ke atas. Namun, jika slide berlanjut, arah penurunan bisa mendekati 150.00 secara psikologis.
Kondisi teknikal saat ini meningkatkan peluang penyusutan jika harga gagal menembus resistance di EMA 20 hari dan menutup harian di bawahnya. Trader yang menganggap pelemahan berlanjut bisa menempatkan posisi short dengan manajemen risiko yang ketat. Penetapan level stop di atas 154.73 membantu membatasi potensi loss pada skenario baseline.
Target penurunan utama terlihat di sekitar 150.00 secara psikologis, dengan dukungan minor di sekitar 152.00 jika harga melewati level rendah 27 Januari. Dalam skenario ini, permintaan beli jangka pendek dinilai rapuh karena momentum teknikal yang masih lemah. Pasar menantikan data CPI Jepang untuk mengonfirmasi arah selanjutnya sebelum mengambil posisi lebih besar.
Rencana trading yang diusulkan adalah short position saat harga sekitar 153.70, dengan target keuntungan di 150.00 dan stop loss di 154.80. Rasio risk-reward sekitar 1:1.5, memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Pemantauan rutin diperlukan menjelang rilis data penting agar respons pasar bisa dimanfaatkan secara tepat.