MSI Umumkan Mandatory Tender Offer NATO dengan Harga Rp183 per Saham, Meski Harga Pasar Capai Rp650

MSI Umumkan Mandatory Tender Offer NATO dengan Harga Rp183 per Saham, Meski Harga Pasar Capai Rp650

trading sekarang

Kejutan besar di pasar saham Indonesia: Mercury Strategic Indonesia (MSI) mengumumkan Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO) terhadap Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO). Aksi korporasi ini menandai langkah ambisius untuk menata ulang kendali perusahaan dengan harga pelaksanaan yang ditetapkan MSI. Keputusan ini memicu perdebatan di kalangan investor mengenai manfaat dan risiko bagi pemegang saham NATO.

MSI menyatakan akan menyerap 5,85 miliar saham NATO, setara dengan 73,13 persen dari total saham beredar perseroan. Skala akuisisi ini berarti MSI berpotensi menjadi pengendali utama NATO melalui kepemilikan langsung. Al Alan Rachmat Budiman, pengusaha properti yang menguasai MSI, menjadi figur kunci di balik transaksi.

Harga pelaksanaan MTO sebesar Rp183 per saham ternyata jauh di bawah harga pasar saham NATO di bursa reguler yang berkisar di Rp650 per saham. Meski demikian, harga MTO masih lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi perdagangan harian selama 90 hari sebelum pengumuman akuisisi, yaitu Rp162,38 per saham. Hal ini memberi konteks bahwa sebagian pemegang saham minoritas mungkin menimbang peluang tender meski selisih harga cukup besar.

Kebijakan MTO ini dilaksanakan untuk mematuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK Nomor 9 Tahun 2018, menegaskan kepatuhan terhadap tata kelola pasar modal. Periode MTO berlangsung mulai 19 Februari 2026 hingga 20 Maret 2026, dan pemegang saham dapat mengisi Formulir Penawaran Tender Wajib (FPTW) selama periode tersebut. Meskipun demikian, banyak investor minoritas kemungkinan tidak ikut tender karena selisih harga yang signifikan antara Rp183 dan harga pasar saat ini.

KeteranganNilai
Harga MTORp183 per saham
Harga pasar referensiRp650 per saham
Saham diakuisisi5,85 miliar saham (73,13%)
Estimasi danaRp1,07 triliun
Periode MTO19 Feb – 20 Mar 2026

Dampak terhadap likuiditas NATO bisa tertekan jika sebagian besar pemegang saham memilih menahan diri hingga hasil MTO terlihat. MSI menguasai 73,13% saham, yang berpotensi mengurangi jumlah pemegang saham bebas dan meningkatkan volatilitas harga saham dalam jangka pendek. Investor perlu memahami bahwa aksi korporasi seperti ini sering membawa risiko dan peluang, tergantung pada bagaimana pihak pengendali menjalankan rencana ke depan.

Secara strategis, fokus pasar akan beralih pada apakah MSI akan mengejar akuisisi penuh atau mempertahankan kendali sementara. Hasil akhir MTO dapat mempengaruhi arah NATO pasca transaksi, termasuk potensi perubahan manajemen dan kebijakan perusahaan. Cetro Trading Insight memantau perkembangan dan menilai dampaknya terhadap harga saham NATO, dengan rekomendasi berhati-hati bagi investor mengingat dinamika aksi korporasi ini.

broker terbaik indonesia