GBP/JPY Menguji 208,00 di Tengah Inflasi UK Melambat dan Data GDP Jepang yang Lemah

GBP/JPY Menguji 208,00 di Tengah Inflasi UK Melambat dan Data GDP Jepang yang Lemah

trading sekarang

GBP/JPY diperdagangkan sekitar 208,00, mendekati level terendah dua bulan di 207,22. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas terkait perubahan ekspektasi kebijakan dan sentimen risiko. Trader terus memantau dinamika teknikal untuk melihat apakah pasangan ini bisa menembus kisaran yang ada.

Pergerakannya juga dipengaruhi perubahan sentimen pasar dan arus modal global, yang membuat rentang perdagangan relatif sempit. Level support terdekat berada di sekitar 207,50, sementara resistance terdekat berada di sekitar 208,50. Pelaku pasar menilai tanda-tanda pembalikan untuk menentukan langkah berikutnya.

Terlihat ada keseimbangan antara dorongan risiko dan ekspektasi kebijakan, sehingga arah jangka pendek masih rentan terhadap data ekonomi baru. Analisis teknikal menekankan bahwa breakout di bawah 207,50 dapat memperbesar tekanan turun, sementara penembusan di atas 208,50 bisa memberi peluang rally. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Inflasi UK dilaporkan turun 0,5% secara bulanan pada Januari, dengan inflasi tahunan melambat menjadi 3,0%. Penurunan harga ritel menjadi faktor utama yang mendorong pelemahan tekanan harga secara keseluruhan. Data ini memberi ruang bagi Bank of England untuk menilai langkah pelonggaran kebijakan lebih lanjut.

Penguatan ruang kebijakan cenderung melemahkan sterling jika skenario pemangkasan suku bunga terealisasi. Namun pasar juga melihat bahwa laju inflasi masih berada pada titik yang relatif moderat, menahan tekanan jangka pendek pada apresiasi mata uang. Risiko perubahan politik moneter tetap ada seiring perkembangan data.

Untuk GBPJPY, dinamika ini bisa menambah tekanan di sisi GBP jika BoE mengejutkan dengan pelonggaran, atau memberi peluang rebound jika data inflasi menunjukkan stabilisasi. Analisis fundamental menyarankan kehati-hatian karena kebijakan bisa mengubah spread yield secara signifikan. Rencana trading jangka menengah perlu menimbang beberapa rilis data berikutnya. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Data Jepang menunjukkan perbaikan pada neraca perdagangan; Merchandise Trade Balance membaik untuk bulan kelima berturut-turut meski GDP kuartal ini lemah. Kondisi ini membentuk konteks bagi yen yang mencoba mempertahankan momentum meski data pertumbuhan domestik lemah.

Namun data GDP Jepang yang lemah masih menimbang sentimen terhadap yen, karena investor menimbang prospek pertumbuhan. Sinyal penurunan aktivitas ekonomi domestik membuat pelaku pasar agak berhati-hati terhadap yen.

Secara keseluruhan, yen cenderung tetap berada dalam tekanan jika data ekonomi domestik tidak memadai untuk menahan volatilitas. Dengan visibilitas yang terbatas terhadap perbaikan pertumbuhan, yen bisa tetap berada dalam tekanan jangka menengah. Pasar lebih cenderung mengkaji potensi volatilitas pada pasangan mata uang mayor yang sensitif terhadap kebijakan dan risiko global. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia