Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight
MUFG menyatakan bahwa meskipun risiko geopolitik tetap tinggi, metrik valuasi seperti REER menunjukkan Rupiah kini undervalued terhadap Dolar AS. Penilaian ini menggarisbawahi bagaimana faktor fundamental bisa mendorong perbaikan nilai tukar jika dinamika eksternal stabil dan arus modal tetap kuat. REER menjadi indikator penting karena menilai daya saing mata uang terhadap sekelompok negara mitra dagang utama.
Dengan fokus pada faktor tingkat luas, analis menilai bahwa kebijakan ekonomi domestik dan dukungan arus modal bisa mempercepat penyesuaian rupiah. Meskipun volatilitas masih ada, kerangka kebijakan Indonesia telah membentuk dasar bagi stabilisasi jangka pendek. Hal ini membuat pandangan investor terhadap rupiah menjadi lebih konstruktif daripada sebelumnya.
Intervensi kebijakan yang aktif disebut mampu menahan volatilitas FX dan memperlambat laju kenaikan USDIDR, sementara penyebaran CDS sovereign negara ini juga menurun. Penilaian MUFG adalah bahwa risiko disorderly depreciation dapat diminimalkan melalui koordinasi kebijakan yang tepat. Secara keseluruhan, kerangka kebijakan menambah kepercayaan bahwa rupiah memiliki ruang untuk menguat secara bertahap.
Harga USDIDR menunjukkan wilayah overbought, yang mengurangi potensi keuntungan jika mengejar USD di level saat ini. Dengan rupiah yang dinilai undervalued, potensi pergerakan ke arah sisi bawah USDIDR tampak lebih menarik bagi investor jangka menengah. Ini mengarahkan fokus pada bagaimana volatilitas FX dapat berkurang jika kebijakan stabilisasi berjalan sesuai rencana.
MUFG menilai terdapat ruang untuk pemulihan bertahap rupiah, didorong oleh dukungan kebijakan dan aliran modal yang lebih kuat di masa mendatang. Proyeksi ini menekankan bahwa fluktuasi jangka pendek bisa mereda seiring pemulihan fundamental. Investor perlu memantau sinyal kebijakan Indonesia yang mempengaruhi likuiditas pasar dan ekspektasi yield.
Dalam skenario base case, USDIDR diharapkan tetap terjaga stabil dan tidak terperangkap dalam penurunan drastis. Analisis ini menekankan bahwa pasar FX sekarang cenderung mengutamakan stabilitas lebih dari spekulasi besar. Gambaran keseluruhan menunjukkan bahwa kredibilitas kebijakan bisa menjaga prospek rupiah tetap positif.
Menurut gambaran MUFG, Rupiah cenderung stabil di dekat level kini dengan potensi perbaikan bertahap menuju 17.000 USDIDR pada akhir kuartal kedua. Proyeksi ini didukung oleh kebijakan yang aktif dan arus modal yang terus membaik, sehingga kerentanan terhadap perubahan eksternal berkurang. Para pelaku pasar disarankan memasukkan dinamika ini dalam skenario portofolio mereka.
Faktor utama adalah penyempitan spread CDS sovereign, yang menunjukkan berkurangnya persepsi risiko di pasar. Hal ini juga mendukung narasi rupiah yang bakal bergerak lebih tegas ke arah penguatan. Investor sebaiknya memonitor paket kebijakan fiskal dan stabilisasi moneter yang akan menentukan kecepatan perbaikan kurs di kuartal berikutnya.
Secuil catatan penting adalah bahwa narasi ini menekankan stabilitas daripada kejutan besar, dengan fokus pada fondasi fundamental yang lebih kuat. Secara keseluruhan, pembelajaran utama adalah bahwa peran kebijakan yang konsisten akan menjadi kunci dalam mengarahkan rupiah ke jalur penguatan lebih lanjut. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan dan memberikan pembaruan sesuai perkembangan pasar.