MUFG: USD/MYR tembus rendah, Ringgit diperkirakan menguat 12 bulan ke depan

Signal USD/MYRSELL
Open0.000
TP0.000
SL0.000
trading sekarang

Menurut Lloyd Chan dari MUFG, USD/MYR telah menembus level rendah dan pola pergerakannya masih konstruktif bagi perbaikan nilai Ringgit. Pasangan ini juga dianggap sensitif terhadap dinamika fundamental negara penghasil minyak dan gas. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca awam memahami bagaimana fondasi makro dapat mempengaruhi arah mata uang.

Chan menyoroti bahwa fokus pada faktor-faktor fundamental Malaysia memperkuat keyakinan bahwa Ringgit dapat menguat dalam 12 bulan ke depan. Stabilitas pertumbuhan, surplus perdagangan yang terjaga, dan kepemilikan obligasi luar negeri yang relatif mantap memberikan dasar yang kukuh bagi mata uang lokal. Meski ada risiko regional, gambaran jangka menengah tetap positif bagi Ringgit.

Volatilitas USD/MYR sempat meningkat namun kemudian mereda, menunjukkan bahwa kerentanan relatif terhadap pasangan mata uang regional lebih rendah. Kebijakan Bank Negara Malaysia (BNM) cenderung menahan kebijakan pada level 2,75% juga menambah kepastian bagi investor. Secara keseluruhan, fondasi makroekonomi yang kuat dan aliran modal yang stabil mendukung pandangan positif terhadap Ringgit.

Proyeksi menunjukkan pertumbuhan ekonomi Malaysia berada di potensi sekitar 4,8% pada 2026. Inflasi diperkirakan terkendali dan Bank Negara Malaysia diperkirakan menahan kebijakan pada 2,75%. Surplus perdagangan dipertahankan oleh ekspor elektronika dan tetap berada pada posisi yang stabil terkait terms of trade.

Kondisi fiskal makro menunjukkan aliran obligasi pemerintah asing tetap kuat, sehingga pasar domestik mendapat dukungan likuiditas asing yang berkelanjutan. Para pembuat kebijakan diharapkan menjaga stabilitas aliran modal dan iklim investasi yang kondusif bagi pelaku pasar. Hal ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap Ringgit dalam periode menengah.

Volatilitas Ringgit terhadap mata uang regional seperti PHP dan THB relatif terkendali, meskipun lonjakan awal sempat terjadi akibat dinamika regional. Kondisi tersebut menunjukkan paparan risiko yang lebih rendah terhadap pergerakan besar dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, ringgit dipandang lebih tahan terhadap kejutan eksternal seiring fondasi makro yang kuat dan ekspor elektronika yang mendukung ekonomi nasional.

banner footer