Menurut analisis para ekonom ING, Peter Virovacz dan Frantisek Taborsky, NBH diperkirakan mulai siklus pelonggaran pada rapat 24 Februari. Mereka memperkirakan potongan 25bp sehingga suku bunga dasar turun menjadi 6,25%. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca yang mencari tafsiran pasar yang lebih akurat. Mereka menilai kebijakan ini menjadi penanda berakhirnya periode 16 bulan tanpa perubahan suku bunga.
Pelaku pasar memperkirakan koridor suku bunga sekitar +/- 100bp akan bergerak turun sejalan dengan penurunan suku bunga utama. Analisis menunjukkan bahwa inflasi, stabilitas FX, dan dinamika pasar pasca pemilu akan menjadi penentu seberapa jauh NBH bisa melangkah. Ketepatan sinyal pasar, menurut pandangan mereka, dapat memperkuat opsi pemotongan pada rapat berikutnya.
Latar belakang kebijakan ini juga menunjukkan respons pasar terhadap gagasan pelonggaran. Konsensus pasar sebagian besar telah tercermin dalam harga pasar uang untuk beberapa bulan ke depan, sehingga pemotongan sebesar 25bp pada Februari dan Maret dipandang sebagai kelanjutan tren. Dalam konteks tersebut, NBH diperkirakan mempertahankan arah kebijakan jika inflasi tetap terkendali.
Jalur pemangkasan yang lebih lanjut hingga akhir 2026 dianggap layak jika inflasi, dinamika FX, dan stabilitas politik tetap terkendali. Ada potensi dua pemotongan tambahan sebesar 25bp masing masing pada Maret dan pertemuan berikutnya bergantung pada data. Pemilu nasional pada 12 April menjadi faktor penting dalam penentuan langkah kebijakan. Hasil pemilu bisa mempengaruhi risiko fiskal, kepercayaan investor, dan ritme penyesuaian kebijakan. Namun jika harga dan stabilitas pasar terjaga, bank sentral dapat melanjutkan jalur pelonggaran secara bertahap.
Kebijakan ini juga memicu pembahasan tentang bagaimana pasar menilai sinyal kebijakan. Pasar pada akhirnya telah menerima gagasan siklus pelonggaran dan menimbang opsi-opsi dengan hati-hati.
Bagi investor, siklus pelonggaran NBH memberikan gambaran tentang arah biaya pembiayaan dan likuiditas. Implikasi bagi mata uang wilayah seperti forint bisa mengubah durasi risiko mata uang bagi portofolio lokal maupun asing. Narasi ini mempertegas pentingnya mengikuti data inflasi dan stabilitas pasar.
Strategi untuk memanfaatkan perubahan kebijakan melibatkan pemantauan laporan inflasi, pernyataan bank sentral, serta paket langkah lanjutan yang mungkin muncul. Investor perlu menilai risiko dan imbalan berdasarkan manajemen risiko dan ekspektasi pertumbuhan. Pergerakan suku bunga di masa depan cenderung membentuk volatilitas jangka pendek pada pasar FX.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca yang mencari pemahaman lebih tentang kebijakan moneter di Hungaria dan dampaknya terhadap pasar global. Tim analis menekankan bahwa semua proyeksi tetap sangat tergantung pada data ekonomi dan dinamika politik jelang pemilu. Keputusan akhir NBH akan merespons kondisi aktual yang berkembang.