NFP Februari Dorong Volatilitas USD, EURUSD Menunjukkan Bias Bearish secara Teknis

NFP Februari Dorong Volatilitas USD, EURUSD Menunjukkan Bias Bearish secara Teknis

trading sekarang

Nonfarm Payrolls diperkirakan naik 59 ribu pada Februari, menandai momentum yang lebih lemah dibanding bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,3 persen, menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang tetap kuat meski ketegangan geopolitik meningkat. Pelaku pasar menunggu rilis data pada pukul 13:30 GMT yang diperkirakan menambah volatilitas terhadap dolar AS.

Data ISM Manufacturing turun ke 48,8 dari 48,1, menandai kontras antara kelembaman sektor manufaktur dan tenaga kerja yang tetap sehat di beberapa area. ADP melaporkan peningkatan pekerjaan swasta sekitar 63 ribu, melampaui harapan pasar sekitar 50 ribu. Analis memperkirakan pertumbuhan pekerjaan secara umum melunak menuju 90 ribu untuk Februari, dengan sektor kesehatan sebagai kontributor utama.

Analisis TD Securities menunjukkan bahwa penguatan pekerjaan bisa moderat, sementara laju pertumbuhan upah tahunan diperkirakan stabil sekitar 3,7 persen. Risiko meningkat bila pengangguran naik ke 4,4 persen atau jika laju upah melambat secara signifikan. Data pekerjaan terkait menjadi barometer utama bagi langkah kebijakan Federal Reserve dalam menghadapi tekanan inflasi dan perubahan dinamika pasar energi.

Sejak awal bulan, dolar AS tetap didorong sebagai aset pelindung nilai pasca eskalasi konflik di Timur Tengah. EURUSD berada di bawah tekanan bearish, dengan dukungan teknikal terlihat di sekitar 1,1500 sebelum menargetkan level lebih rendah menuju 1,1400 hingga 1,1290 jika sentimen tetap lemah. RSI menunjukkan keremukan momentum dan memperkuat potensi penurunan bagi pasangan mata uang utama ini.

Investor menambah fokus pada kebijakan moneter AS dan proyeksi harga energi, karena perubahan harga energi dapat merambat ke tingkat inflasi dan mengubah prospek suku bunga Fed. CME FedWatch menunjukkan peluang suku bunga tidak berubah di pertemuan mendatang mendekati 70 persen, sehingga dolar memiliki fondasi yang lebih kuat jika data NFP mengejutkan ke arah kekuatan. Komentar pejabat Fed juga menekankan ketidakpastian dampak perang terhadap inflasi.

Potensi risiko utama adalah kejutan positif NFP di atas ekspektasi yang bisa menjaga dolar kuat, memberikan tekanan lebih lanjut pada EURUSD. Sebaliknya, jika NFP melemah dan angka pengangguran naik, pandangan terhadap pemotongan suku bunga bisa terakselerasi. Namun tanpa deeskalasi konflik, volatilitas di pasar energi dapat membatasi pergerakan besar terhadap pasangan ini.

Dari sisi teknikal, EURUSD menunjukkan bias bearish jangka pendek dengan penutupan harian di bawah 200 hari SMA. RSI berada di bawah 40, menguatkan sinyal momentum penurunan. Level dukungan terdekat berada di sekitar 1,1500, lalu 1,1400 dan 1,1290 sebagai zona sensitif bagi pembeli dan penjual.

Di atas, zona resistance sekitar 1,1670–1,1700 muncul sebagai penghalang utama, berhimpun di SMA 200 dan 100 hari. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level ini, potensi pergerakan menuju 1,1770 menjadi lebih realistis. Namun kondisi ini sangat bergantung pada data ekonomi selanjutnya dan eskalasi geopolitik yang bisa mengubah arah pasar secara cepat.

Bagi trader, manajemen risiko tetap menjadi kunci karena volatilitas bisa mengubah arah sewaktu-waktu. Perhatikan rilis NFP berikutnya dan reaksi terhadap EURUSD serta pergerakan minyak untuk menilai peluang dan risiko. Secara umum, sinyal teknis saat ini cenderung merekomendasikan posisi jual pada EURUSD selama pasangan tetap berada di bawah resistance utama sambil memantau perubahan sentimen fundamental.

broker terbaik indonesia