Nomura: BoE Diperkirakan Tahan Suku Bunga dengan Proyeksi Pemangkasan di April dan Juli Akibat Tekanan Energi

Nomura: BoE Diperkirakan Tahan Suku Bunga dengan Proyeksi Pemangkasan di April dan Juli Akibat Tekanan Energi

trading sekarang

Nomura menilai BoE cenderung menahan suku bunga pada pertemuan pekan depan untuk menjaga stabilitas inflasi. Para ekonom menekankan bahwa asumsi kebijakan saat ini tetap diperlukan meski ada tekanan dari harga energi. Pada saat yang sama, mereka menyoroti bahwa dinamika inflasi tetap menjadi fokus utama bagi otoritas moneter.

Analisis ini menekankan bahwa dampak pass-through harga energi terhadap CPI akan mendorong beberapa komponen inflasi ke atas. Misalnya, estimasi sekitar 0.6 poin persentase dari kenaikan harga minyak sekitar 100 dolar per barel melalui biaya bensin. Dalam konteks ini, argumen untuk menahan kebijakan menjadi lebih kuat karena inflasi inti menunjukkan kekuatan yang sedang, tetapi tetap terkontrol.

Meski menyiratkan potensi pemotongan kebijakan di masa depan, strategi BoE dipandang bergantung pada momentum pertumbuhan. Ada pandangan bahwa dua pemotongan akan datang pada April dan Juli, menujukan tingkat terminal sekitar 3.25 persen, meskipun risiko harga energi lebih tinggi bisa menunda perubahan tersebut.

Penjelasan rinci menunjukkan bagaimana harga energi masuk ke CPI melalui beberapa saluran. Pada tahap pertama, peningkatan harga bensin diperkirakan menambah inflasi sekitar 0.6 poin persentase. Selanjutnya, biaya tagihan energi rumah tangga juga menumpuk tekanan pada angka CPI secara umum.

Efek lanjutan pada barang inti dan second-round effects juga berperan dalam menjaga dinamika inflasi. Secara kumulatif, perubahan harga energi memperjauhkan jalur inflasi dari target, sehingga mendorong bank sentral untuk mempertahankan kebijakan saat ini sambil memperhatikan tekanan pada layanan. Energi tetap menjadi risiko utama terhadap jalur kebijakan yang direncanakan.

Meskipun data pekerjaan menunjukkan tanda-tanda pelambatan, pasar tetap masuk ke dalam suasana di mana pertumbuhan melambat bisa menambah risiko bagi inflasi. Ketidakpastian mengenai bagaimana energi akan berperilaku ke depannya menjadi faktor kunci yang bisa memodifikasi gambaran pemangkasan di masa depan.

Implikasi untuk GBP dan Strategi Pasar

Dalam konteks dinamika ekonomi Inggris, data tenaga kerja menunjukkan perlambatan sementara, sedangkan tekanan pada harga layanan tetap menjadi fokus. Analisis menunjukkan bahwa inflasi bisa menuju target pada pertengahan tahun jika tekanan energi mereda atau tidak meningkat secara signifikan. Namun, jalur kebijakan sangat sensitif terhadap risiko energi yang lebih tinggi.

Risko harga energi yang lebih tinggi bisa menggeser jadwal pemotongan dan menambah volatilitas pada pasangan mata uang terkait. Secara umum, pergerakan GBP terhadap USD akan dipengaruhi oleh bagaimana ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan berkembang seiring data inflasi melaporkan progres yang lebih jelas.

Sejalan dengan itu, Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memantau arah harga energi dan pernyataan kebijakan selanjutnya untuk memahami dinamika pasar. Sementara itu, fokus investor pada data ekonomi utama akan membentuk konsensus mengenai apakah pound akan mendapat tekanan lebih lanjut atau menunjukkan stabilitas dalam beberapa bulan ke depan.

broker terbaik indonesia