NZD Diperkirakan Menguat Seiring Data Tenaga Kerja NZ dan Proyeksi RBNZ

NZD Diperkirakan Menguat Seiring Data Tenaga Kerja NZ dan Proyeksi RBNZ

trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, analisis ini menyoroti kekuatan tenaga kerja New Zealand serta momentum pertumbuhan yang terlihat dari data pasar kerja dan PMI. Penekanan pada tingkat partisipasi yang tinggi menunjukkan bahwa lapangan kerja tetap menjadi pusat dorongan utama bagi ekonomi.

Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran mencapai 5.4% pada 4Q25, sedikit di atas prospek RBNZ yang sebesar 5.3%. Namun kejutan utama datang dari lonjakan partisipasi, yang mengubah gambaran keseluruhan pasar tenaga kerja menjadi lebih kuat. Hal ini menambah tekanan pada dinamika upah dan permintaan tenaga kerja secara umum.

Momentum inti terlihat lebih tahan lama: pertumbuhan tenaga kerja pada 4Q sebesar 0.5% QoQ melampaui estimasi 0.2%, sementara penurunan migrasi yang lebih tajam berpotensi memperketat pasar kerja pada 2026. Indikator eksternal seperti data SEEK menunjukkan aplikasi per pekerjaan tetap tinggi setelah pandemi, meski tren baru mulai melambat secara bertahap.

Dari sisi pertumbuhan, 4Q GDP diperkirakan tidak banyak menyimpang dari angka 0.7% QoQ yang menjadi pijakan proyeksi RBNZ. Kondisi ini menegaskan bahwa momentum ekonomi masih sejalan dengan kebijakan yang sedang ditempuh bank sentral.

Proyeksi pertumbuhan 2026 sekitar 2.9% diperkirakan tidak direvisi secara signifikan pada pertemuan kebijakan berikutnya, sehingga skenario kebijakan tetap berada dalam koridor yang telah dirancang. Meskipun ada tanda-tanda positif di pasar tenaga kerja, pandangan jangka menengah ini tetap membatasi volatilitas ekspektasi pasar terhadap arus kebijakan.

Seiring berjalannya waktu, beberapa indikator menunjukkan perbaikan di paruh kedua 2025, meski permintaan kerja baru cenderung lebih moderat. Data tersebut membentuk fondasi bagi skenario pertumbuhan yang berimbang dan menjaga dinamika NZD tetap terarah dalam beberapa kuartal ke depan.

Situasi pasar tenaga kerja yang ketat mendukung sikap kebijakan Bank of New Zealand (RBNZ) yang cenderung hawkish, sesuai gambaran analisis ini. Ketahanan tenaga kerja dan perubahan aliran migrasi berpotensi mempengaruhi tekanan inflasi serta arah suku bunga di masa mendatang.

Secara umum, dinamika ini bisa mempengaruhi pergerakan pasangan NZDUSD, dengan faktor utama berasal dari data tenaga kerja, indikator PMI, dan proyeksi pertumbuhan. Namun artikel ini tidak menyajikan sinyal trading spesifik atau level harga yang dapat dijadikan pedoman.

Oleh karena itu, untuk pembaca Cetro Trading Insight, rekomendasi terkait trading tidak diberikan dalam artikel ini. Sinyal trading disajikan sebagai no dengan level risiko yang relevan, mengingat informasi yang tersedia tidak cukup untuk menentukan sinyal operasional yang jelas.

broker terbaik indonesia