Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, mendorong investor untuk mencari perlindungan pada dolar. Ketidakpastian geopolitik membuat aset berisiko cenderung melemah, sehingga dolar menjadi pilihan utama sebagai pelindung nilai. Dalam konteks ini, EUR/USD bergerak terbatas dan sempat menyentuh level terendah harian sebelum mencoba rebound. Pada sesi penutupan AS, pasangan ini diperdagangkan sekitar 1.1845, lebih rendah dibanding beberapa sesi sebelumnya.
Di sisi fundamental, data tenaga kerja AS menunjukkan tenaga kerja yang relatif kuat dan beberapa indikator regional menunjukkan momentum positif. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terlalu agresif dalam pelonggaran kebijakan, sehingga memberi tekanan pada euro yang sangat sensitif terhadap pergeseran kebijakan moneter AS. Pasar pun menimbang ulang proyeksi kebijakan berdasarkan sinyal data yang ada.
Secara teknis, EUR/USD tampak mencoba bertahan di sekitar dukungan dekat 1.176-1.178 sambil menghadapi hambatan di sekitar 1.186. Pergerakan menuju sisi atas masih memungkinkan jika sentimen membaik, namun perubahan arah sangat bergantung pada rilis data mendatang dan pernyataan kebijakan dari bank sentral.
Kalender ekonomi AS menunjukkan ADP Employment Change empat minggu rata-rata membaik menjadi sekitar 10.3 ribu, menandai kekuatan pasar tenaga kerja. Indeks Empire State Manufacturing Februari turun tetapi tetap di atas ekspektasi ekonom, menunjukkan dinamika manufaktur yang relatif tahan banting. Ketika data ini diimbangi dengan laporan payroll nonfarm pekan lalu, market menimbang kemungkinan jalur kebijakan Fed menjadi lebih hawkish dibandingkan ekspektasi dovish.
Pejabat Federal Reserve secara bertahap mengubah nada komunikasi. Mary Daly menekankan bahwa inflasi masih di atas target, sehingga kebijakan bisa tetap lebih restriktif ketimbang pasar sebelumnya. Michael Barr menegaskan bahwa tingkat netral memang meningkat, dan langkah kebijakan bisa dilakukan dengan lebih hati-hati. Sementara Austan Goolsbee menilai ada kemajuan pada inflasi, adalah wajar jika kebijakan pelonggaran berjalan lebih lambat bila tekanan harga berlanjut.
Sementara itu, gambaran di Eropa menunjukkan ZEW Jerman turun dari puncak lima tahun, menandai kembali keraguan investor. Data produksi industri zona euro juga menunjukkan pelemahan YoY, memperkuat tekanan terhadap euro. Secara keseluruhan, perbandingan antara sikap kebijakan Fed dan ECB menambah tekanan terhadap EUR/USD dan menjaga arah turun jangka pendek.
Secara teknis, EUR/USD berada di sekitar 1.1850 dengan rata-rata pergerakan 50/100/200 hari yang cenderung mendukung tren naik jangka menengah. RSI berada di sekitar 54, menunjukkan momentum netral dan potensi pergerakan flat bila level support tidak ditembus. Arah jangka pendek tetap sensitif terhadap sinyal dari data ekonomi Amerika dan komentar para pejabat ECB.
Dalam kerangka level, resistensi terdekat terlihat di sekitar 1.1863, sementara dukungan utama mengarah ke garis referensi kenaikan di sekitar 1.1769–1.1780. Jika harga berhasil menutup harian di atas 1.1863, peluang pemulihan bisa meningkat dan profil upside menjadi lebih jelas. Namun jika harga menembus dukungan utama, pergerakan menuju 1.17-an bisa menjadi skenario yang relevan untuk dipantau.
Dalam konteks risiko dan potensi imbalan, pergerakan EUR/USD akan sangat bergantung pada data Amerika berikutnya dan arahan kebijakan ECB. Pasar menantikan rilis data pesanan barang tahan lama, data perumahan, serta isi Minutes FOMC untuk mengonfirmasi arah berikutnya.