NZD/USD Merespons RBNZ yang Menahan OCR: Diperdagangkan Menjelang Konferensi Pers dan Prospek Fed

NZD/USD Merespons RBNZ yang Menahan OCR: Diperdagangkan Menjelang Konferensi Pers dan Prospek Fed

trading sekarang

Bank sentral Selandia Baru memutuskan untuk mempertahankan Official Cash Rate (OCR) pada 2.25 persen, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan ini menandai jeda dalam siklus pelonggaran meskipun tekanan inflasi menunjukkan progres menuju target. Dalam pernyataannya, RBNZ menegaskan kebijakan saat ini tetap akomodatif dan normalisasi bertahap tetap di jalurnya. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Respon pasar terhadap keputusan tersebut memperlihatkan NZD melemah, dengan pergerakan spot mendekati level terendah lebih dari seminggu. Para pelaku pasar menunggu konferensi pers setelah rapat untuk mendapat petunjuk lebih lanjut mengenai jalur kebijakan berikutnya. Ketidakpastian seputar arah kebijakan membuat aksi jual cenderung bertahan hingga ada sinyal konkret dari Governor RBNZ.

RBNZ mengakui inflasi mulai kembali ke targetnya dan revisi jalur suku bunga ke arah sedikit lebih tinggi dalam pandangan masa depan. Bank sentral menyatakan kebijakan masih akomodatif untuk saat ini, dengan normalisasi bertahap yang diharapkan berjalan. Meski begitu, fokus utama para trader tetap pada komentar pembuat kebijakan dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi pergerakan NZD/USD ke depan.

Sentimen di pasar didorong oleh ekspektasi dovish pada Federal Reserve, membuat USD relatif defensif. Beberapa analis memperkirakan bahwa biaya pinjaman di AS bisa turun pada Juni dan ada peluang setidaknya dua pemotongan suku bunga pada 2026. Kondisi ini memberi laju ringan bagi pasangan mata uang berpasangan terhadap USD, termasuk NZDUSD.

Meski ekspektasi penurunan suku bunga AS menguat, belum ada sinyal konfirmasi yang kuat bahwa USD akan melemah lebih lanjut. Pasar menunggu konfirmasi dari pernyataan akhir Fed dan dinamika ekonomi AS untuk menilai arah selanjutnya. Tanpa kejutan besar, pergerakan jangka pendek cenderung terbatas meski bias tetap condong ke sisi risiko rendah.

Para pelaku pasar terus memperhatikan level teknis seperti batas 0.600 sebagai pertahanan psikologis. Jika barrier itu ditembus secara jelas, potensi penurunan lebih lanjut bisa muncul dan menarik minat pelaku jual. Namun, hingga ada konfirmasi dari konferensi pers atau data ekonomi baru, risiko volatilitas tetap tinggi.

Para trader menunggu komentar dari Governor RBNZ, Anna Breman, karena nada dan bahasa kebijakan akan membentuk ekspektasi pasar terhadap lintasan suku bunga. Menjadi penting untuk melihat apakah kejutan kecil pada proyeksi akan mendorong revisi jalur kenaikan atau penurunan suku bunga di masa mendatang. Komunikasi bank sentral di rapat ini dipandang sebagai peta jalan utama bagi arah NZD terhadap USD.

Menurut analisis teknis, jika NZD/USD menembus level kunci di sekitar 0.600 secara definitif, tekanan jual bisa berlanjut menuju retracement yang lebih dalam. Break di bawah level psikologis itu akan memperkuat narasi pelemahan NZD terhadap USD dalam jangka pendek. Pasar juga akan menilai bagaimana RBNZ dan Fed mengepos proyeksi jangka menengah mereka.

Secara keseluruhan, peluang trading akan sangat bergantung pada konduksi komunikasi dari otoritas kebijakan dan data ekonomi berikutnya. Jika Fed menjaga jalur pemotongan suku bunga dan RBNZ melanjutkan normalisasi secara bertahap, pasangan ini mungkin mengalami tekanan penurunan lebih lanjut. Investor disarankan menunggu sinyal jelas dari konferensi pers dan rilis data sebelum mengambil posisi dengan tujuan risiko yang lebih besar.

broker terbaik indonesia