NZD/USD turun dari level tertinggi enam bulan di 0,6051 dan diperdagangkan sekitar 0,6010 pada sesi Asia. Pergerakan ini menunjukkan berkurangnya momentum kenaikan meskipun catatan inflasi NZ tetap relevan bagi arah kebijakan. Investor menilai bahwa faktor teknikal dan sentimen global sedang berganti arah menjelang rilis data penting berikutnya.
USD tampak rebound menjelang keputusan kebijakan The Fed yang diperkirakan tidak mengubah tingkat suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%. Respons pasar terlihat melalui pelonggaran indeks dolar DXY, yang sempat melemah namun berusaha pulih saat pedagang menunggu konferensi pers pasca-FOMC. Ketidakpastian jalur kebijakan ke depan membuat pelaku pasar berhati-hati terhadap pergerakan pasangan mata uang utama.
Inflasi konsumen Selandia Baru yang lebih tinggi menambah tekanan pada ekspektasi kenaikan suku bunga RBNZ pada akhir tahun ini. Sinyal kebijakan dari RBNZ tetap menjadi fokus utama bagi trader NZD/USD, karena kenaikan suku bunga dapat mendongkrak pasangan ini secara bertahap. Sementara itu, data perdagangan NZ untuk Desember dan pembacaan PMI Tiongkok menjadi elemen kunci yang bisa mengubah arahnya.
Inflasi konsumen Selandia Baru naik menjadi 3,1% secara tahunan di Kuartal IV, melampaui kisaran target bank sentral. Data ini memperkuat potensi bahwa RBNZ mempertimbangkan jalur pengetatan di akhir tahun. Analist menilai tekanan inflasi domestik bisa memicu pengetatan lebih lanjut meskipun dinamika global terlihat bergejolak.
Pembacaan inflasi yang lebih kuat memperkuat prospek bahwa RBNZ akan menimbang kenaikan suku bunga di sisa tahun. Kenaikan tersebut bisa menyokong kiwi terhadap dolar, meskipun volatilitas pasar masih tinggi. Investor tetap memantau data perdagangan NZ dan indikator manufaktur untuk konfirmasi arah kebijakan.
Di sisi lain, ekspektasi Fed untuk mempertahankan suku bunga mengurangi tekanan pada kiwi dalam jangka pendek. Namun pernyataan dari Presiden dan pejabat Fed bisa mengubah nada kebijakan. Pasar semakin fokus pada konferensi pers dan proyeksi ekonomi yang dirilis bersamaan, karena itu akan memandu arah NZD/USD.
Indeks Dolar (DXY) berada di level rendah, memicu narasi jual dolar secara luas, meskipun momentum ini bisa berubah menjelang rilis data kebijakan Fed. Pedagang mencoba menilai apakah pergerakan dolar akan berlanjut atau berbalik. Kondisi ini membuat arah NZD/USD lebih bergantung pada faktor domestik dibandingkan sebelumnya.
Data PMI Januari di Tiongkok, mitra dagang utama NZ, menjadi fokus setelah pembacaan Desember yang kuat di sektor manufaktur dan jasa. PMI yang lebih baik bisa mengindikasikan permintaan global yang cukup untuk mendukung ekspor NZ. Pasar tetap memperhatikan sinyal dari sektor industri negara mitra utama ini dalam beberapa minggu ke depan.
Data perdagangan Selandia Baru untuk Desember diharapkan menunjukkan neraca yang datar, memberi gambaran mengenai permintaan domestik. Hasilnya bisa mempengaruhi ekspektasi kebijakan RBNZ serta arah pasangan mata uang NZD/USD. Investor juga memantau respons pasar terhadap pernyataan ekonom dari bank sentral utama sebagai bagian dari konteks global.