Rebound Harga CPO Jelang Idul Fitri: Pendorong Minyak Nabati Global dan Risiko Rantai Pasok

Rebound Harga CPO Jelang Idul Fitri: Pendorong Minyak Nabati Global dan Risiko Rantai Pasok

Signal /BUY
Open4612
TP4762
SL4562
trading sekarang

Harga minyak sawit mentah (CPO) ditutup menguat lebih dari 1% pada Kamis (19/3/2026), memperpanjang tren kenaikan menjadi tiga pekan beruntun. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga minyak nabati di pasar Dalian, meskipun pelaku pasar sebagian mulai melakukan ambil untung menjelang libur panjang Idulfitri. Pada penutupan, kontrak minyak sawit untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange mencapai 4.612 ringgit per ton, naik 1,86%.

Secara mingguan, posisi CPO naik 0,96% berkat dinamika harga minyak nabati global dan persaingan di pasar minyak nabati. Analis mencatat bahwa permintaan biodiesel turut memberi dukungan pada harga CPO karena menjadi salah satu bahan baku utama. Aksi ambil untung dan libur panjang meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar, sehingga kenaikan lebih lanjut bisa terbatas.

Di balik angka harga, tensi geopolitik di Timur Tengah menambah ketidakpastian bagi harga minyak mentah secara global, yang pada akhirnya mempengaruhi daya tarik CPO sebagai alternatif biodiesel. MPOC memperkirakan harga CPO akan bertahan di atas 4.450 ringgit per ton dalam jangka pendek, sejalan dengan kenaikan harga energi. Sementara itu, gangguan rantai pasok karena konflik membuat produsen pupuk Malaysia menunda pesanan baru, berpotensi menaikkan biaya produksi minyak sawit.

PenutupanHarga (RM/ton)Perubahan
Kam Jumat4.612+1,86%

Permintaan biodiesel dan produk turunannya tetap menjadi pendorong utama harga CPO karena margin bagi produsen minyak sawit sangat sensitif terhadap harga minyak nabati lainnya. Harga minyak nabati global yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel berharga. Selain itu, tren kenaikan harga energi juga mewarnai prospek pasar CPO dalam beberapa pekan ke depan.

Di sisi penawaran, gangguan pasokan dan kekurangan bahan baku akibat konflik regional memperburuk biaya produksi bagi beberapa produsen minyak sawit. Produsen pupuk Malaysia juga melaporkan penundaan pesanan baru yang berpotensi menambah tekanan terhadap rantai pasok dan biaya logistik. Kondisi ini meningkatkan volatilitas harga minyak sawit meski sentimen jangka pendek tetap bullish.

Meski tren naik berlangkah tiga pekan, likuiditas pasar menjelang libur panjang Idulfitri bisa membuat pergerakan harga lebih volatil. Banyak pelaku pasar memilih menahan posisi untuk menghindari risiko weekend yang panjang, sehingga potensi kenaikan berlanjut bisa tertahan. Investor disarankan memantau rilis berita energi dan eskalasi geopolitik yang berpotensi mengubah arus sentimen.

Outlook jangka pendek untuk CPO tetap positif, dengan MPOC menyatakan harga bisa bertahan di atas 4.450 ringgit per ton dalam beberapa pekan ke depan. Dorongan utama berasal dari dinamika harga energi yang lebih tinggi dan ketidakpastian regional yang meningkatkan permintaan terhadap biodiesel. Menurut Cetro Trading Insight, hal ini memperkuat kasus untuk strategi long pada CPO jika level utama terjaga.

Dari sisi teknikal, pergerakan harga menunjukkan potensi penguatan lebih lanjut meskipun aksi ambil untung dan libur nasional bisa membatasi langkah harga dalam jangka pendek. Laporan dari Cetro Trading Insight menandai tren naik yang konsisten meskipun likuiditas pasar cenderung menipis saat libur. Investor sebaiknya menjaga fokus pada berita energi dan perubahan kebijakan perdagangan global.

Strategi trading yang direkomendasikan adalah masuk membeli pada harga pembukaan sekitar 4.612 ringgit per ton, dengan target keuntungan 4.762 ringgit per ton dan stop loss di 4.562 ringgit per ton, sehingga potensi risiko-imbalan memenuhi rasio minimal 1:1,5. Dengan asumsi faktor fundamental tetap mendukung, skenario ini memberi peluang bagi trader untuk memanfaatkan momentum kenaikan. Namun, risiko geopolitik dan gangguan pasokan perlu dipantau secara berkala untuk menjaga manajemen risiko.

broker terbaik indonesia