Saham Berkualitas dengan ROE Tinggi Jadi Pilihan THR: Strategi Investasi Jangka Panjang di BEI

Saham Berkualitas dengan ROE Tinggi Jadi Pilihan THR: Strategi Investasi Jangka Panjang di BEI

Signal O/MEDBUY
Open1500
TP2700
SL700.000
trading sekarang

Lebaran 2026 membawa jeda bagi pasar karena BEI baru akan kembali beroperasi pada 25 Maret 2026. Pada momen libur panjang ini, sisa tunjangan hari raya THR bisa dijadikan modal untuk merombak dan memperkuat portofolio. Cetro Trading Insight menilai bahwa langkah strategis adalah berfokus pada saham berkualitas yang punya fondasi fundamental kuat.

Pendekatan quality investing menitikberatkan pada perusahaan dengan fundamental kuat, laba yang terpantau tumbuh secara konsisten, arus kas sehat, serta utang yang relatif rendah. Emiten seperti ini cenderung lebih tahan terhadap gejolak pasar dan dapat menciptakan nilai jangka panjang. Tujuan akhirnya bukan sekadar mencari keuntungan cepat, melainkan menyiapkan dasar investasi yang kokoh.

Analisa data Stockbit menunjukkan beberapa saham domestik menampilkan kualitas seperti ROE di atas 15 persen, laba yang tumbuh berkelanjutan, arus kas yang kuat, dan struktur neraca yang terkelola dengan baik. Beberapa contoh berasal dari sektor kesehatan dan konsumen yang telah menunjukkan kemampuan bertumbuh tanpa mengorbankan kestabilan keuangan. Dengan sinergi antara laba bersih, arus kas bebas (FCF), dan utang yang terkelola, sisa THR bisa menjadi modal utama untuk portofolio jangka panjang.

Quality investing menuntun investor pada saham dengan fundamental kokoh dan potensi pertumbuhan berkelanjutan. Fokus utama adalah ROE yang konsisten tinggi, yang menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan berlipat dari modal pemegang saham. Laporan keuangan yang stabil juga menjadi tanda bahwa perusahaan mampu menjaga margin dan pertumbuhan laba meskipun menghadapi siklus ekonomi.

Selain ROE, arus kas bebas yang sehat menjadi mekanisme utama untuk pembiayaan investasi dan pengembalian modal kepada pemegang saham. Perusahaan yang mampu menghasilkan FCF positif secara berkelanjutan cenderung memiliki kemampuan mendanai ekspansi, membayar dividen, dan melunasi utang tanpa mengandalkan likuiditas eksternal. Utang yang rendah juga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas neraca dan risiko keuangan.

Menimbang sisa THR untuk mulai menabung pada portofolio saham berkualitas adalah langkah awal yang cerdas. Fokusnya bukan pada keuntungan cepat, melainkan pada kinerja bisnis yang konsisten dan kemampuan bertumbuh dalam jangka panjang. Dengan pendekatan ini, investor bisa membangun pondasi portofolio yang resilient menghadapi badai pasar.

Di antara kandidat, emiten PT Jayamas Medica Industri Tbk yang diperdagangkan dengan kode OMED menunjukkan ROE tinggi 31,54 persen. Laba bersih yang tercatat Rp366,95 miliar dan arus kas bebas Rp320,06 miliar memperkuat profil perusahaan. Struktur utang yang relatif rendah menambah daya tahan terhadap guncangan eksternal.

Emiten lain seperti PT Selamat Sempurna Tbk dengan ROE 27,17 persen dan laba bersih Rp1,12 triliun juga menyiratkan kualitas fundamental yang kuat. Meski utang relatif kecil, perusahaan tetap menjaga aliran kas operasional yang stabil untuk mendukung ekspansi. Sementara itu, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk menunjukkan ROE 25,19 persen dengan laba bersih Rp1,21 triliun meski memiliki beban utang lebih tinggi.

Beberapa kandidat konsisten dalam hal arus kas dan laba antara lain CMRY dengan FCF Rp1,26 triliun dan KLBF dengan FCF Rp2,69 triliun, keduanya menunjukkan profitabilitas dan kesehatan neraca. MIKA juga mencatat laba bersih Rp1,29 triliun dengan utang rendah, sementara CSRA dan NSSS melanjutkan pertumbuhan laba yang terjaga. Secara umum, kualitas saham di BEI seperti OMED, SMSM, SSMS, ADES, CMRY, KLBF, MIKA, CSRA, dan NSSS menorehkan ROE di atas 15 persen dengan arus kas positif dan pertumbuhan laba berkelanjutan.

PerusahaanROELaba BersihArus Kas BebasCatatan Utang
OMED31.54%Rp366,95 miliarRp320,06 miliarTanpa utang jangka panjang
SMSM27.17%Rp1,12 triliunUtang relatif kecil
SSMS25.19%Rp1,21 triliunUtang lebih tinggi
ADES24.07%Tanpa utang jangka panjang
broker terbaik indonesia