NZDUSD Menguat di Awal Sesi Asia Didukung PMI China; Dampak ISM PMI AS dan Kebijakan Fed

NZDUSD Menguat di Awal Sesi Asia Didukung PMI China; Dampak ISM PMI AS dan Kebijakan Fed

trading sekarang

NZD/USD menanjak dan berada mendekati level 0,6025 pada pembukaan perdagangan Asia. Pergerakan ini didorong oleh sentimen positif seputar data PMI manufaktur China yang menunjukkan ekspansi. Kiwi tetap kokoh terhadap Dolar AS meski dinamika pasar sedang berubah. Menurut laporan Cetro Trading Insight, prospek jangka pendek dipengarugi oleh proyeksi pertumbuhan China sebagai mitra dagang utama Selandia Baru.

Pasar juga mencermati bagaimana data PMI China meningkat menjadi 50,3 pada Januari 2026, sesuai ekspektasi dan menunjukkan pembacaan tertinggi sejak Oktober 2025. Rilis ini menambah argumen bahwa aktivitas manufaktur global masih bisa bertahan meskipun tantangan global tetap ada. Analis menyarankan pelaku pasar untuk memantau respons Kiwi terhadap kondisi perdagangan regional.

Secara teknikal, letak harga di 0,6025 mengisyaratkan peluang perbaikan jika dukungan regional tetap kuat. Namun, perubahan arah mungkin terjadi seiring dengan rilis data utama berikutnya. Pada akhirnya, laporan ini menambah dinamika bagi kiwi sebagai proxy bagi sentimen perdagangan Tiongkok.

Indikator PMI manufaktur China 50,3 menandai ekspansi, memberikan dukungan moderat bagi NZD karena China adalah mitra dagang terbesar NZD. Peningkatan angka ini mengurangi risiko perlambatan untuk ekspor Selandia Baru melalui kanal permintaan global. Cetro Trading Insight mencatat bahwa dampak positif bisa bersifat terbatas jika faktor-faktor domestic di AS dan kebijakan moneter global tetap berdekatan.

Selain itu, laporan PMI China yang lebih kuat mendorong pandangan bahwa permintaan global bisa membentuk arah Kiwi dalam beberapa minggu ke depan. Para pelaku pasar menilai bahwa dukungan terhadap NZD bisa bertahan jikalau data manufaktur luar negeri tetap solid. Sementara itu, perhatian investor terarah pada data ISM PMI yang akan dirilis AS untuk konfirmasi arah lanjutan.

Ketahanan NZD juga didorong oleh kenyataan bahwa China adalah mitra dagang utama bagi NZ, sehingga perbaikan pada PMI membawa dampak positif terhadap sentimen perdagangan dan arus modal. Namun, volatilitas tetap tersisa karena dinamika kebijakan moneter di negara maju lain, termasuk AS, dapat memicu kejutan harga yang lebih besar.

Imbas Data Makro AS dan Kebijakan Federal Reserve

Pasar menantikan rilis ISM Manufacturing PMI AS yang dapat memberikan arah baru bagi pasangan ini. Sinyal tersebut berpotensi memicu perubahan volatilitas jika hasilnya menunjukkan tekanan inflasi atau momentum pertumbuhan yang kuat. Fokus investor juga bergeser kepada kebijakan moneter Fed yang lebih lanjut, karena pola suku bunga menjadi faktor penentu utama bagi pergerakan NZDUSD.

Data Harga Produsen AS (PPI) yang dirilis menunjukkan kenaikan 3,0% YoY dan 0,5% MoM pada Desember, melebihi ekspektasi. Fenomena ini menambah tekanan pada dolar AS dengan potensi mempertahankan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi. Namun, beberapa kandidat Fed bisa menekan laju pengetatan secara bertahap, mengimbangi beberapa risiko bagi NZD.

Kesimpulannya, meski data domestik NZD menunjukan kekuatan, arah pasangan ini lebih banyak bergantung pada dinamika inflasi dan kebijakan Fed. Cetro Trading Insight menyarankan para pelaku pasar untuk menjaga mata uang utama tetap waspada terhadap perubahan narasi moneter global, karena faktor-faktor tersebut bisa memicu pergerakan signifikan pada NZDUSD.

broker terbaik indonesia