NZDUSD naik menuju level tertinggi empat bulan seiring melemahnya dolar AS karena ketidakpastian terkait isu antara AS dan Greenland. Data terakhir menunjukkan Indeks Kinerja Jasa BusinessNZ (PSI) naik menjadi 51,5 pada Desember 2025, menandai kembalinya fase ekspansi meskipun tetap berada di bawah rata-rata jangka panjangnya.
Pergerakan pasar juga mencerminkan perhatian pada rilis IHK Selandia Baru yang dijadwalkan akhir pekan ini, dimana konsensus menunjukkan tekanan inflasi melambung sekitar 0,5 persen secara kuartalan di kuartal IV. Analis menilai respons kebijakan lokal akan menjadi kunci arah pair tersebut.
Di sisi kebijakan global, Bank Rakyat Tiongkok mempertahankan LPR tidak berubah pada 3,00% untuk satu tahun dan 3,50% untuk lima tahun. Ketetapan ini menggarisbawahi konteks perdagangan China-Selandia yang erat dan potensial mempengaruhi pergerakan NZD terhadap USD.
Pedagang kini memusatkan perhatian pada laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Selandia Baru yang diperkirakan rilis akhir pekan ini. Secara konsensus, IHK diperkirakan meningkat 0,5% secara kuartalan pada kuartal IV, menambah konteks bagi arah NZDUSD di masa depan.
Berita kebijakan dari Tiongkok juga menjadi faktor penting. Bank Rakyat Tiongkok mempertahankan LPR tidak berubah di 3,00% untuk satu tahun dan 3,50% untuk lima tahun, menunjukkan kelanjutan sikap kebijakan yang berhati-hati.
Perlu diingat bahwa perubahan ekonomi Cina dapat berdampak pada NZD, mengingat China adalah mitra dagang utama bagi Selandia Baru. Perubahan dinamika ekonomi di sana dapat memicu perubahan sentimen dan arus perdagangan yang mempengaruhi NZDUSD.