NZD/USD diperdagangkan lebih tinggi setelah data PMI manufaktur Tiongkok menunjukkan pembalikan ke zona ekspansi. Angka PMI mencapai 50,3 pada Januari, meningkat dari 50,1 di Desember dan menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2025. Hal ini menandakan kembalinya dinamika pertumbuhan industri yang mendukung mata uang terkait China, termasuk NZD.
China adalah mitra dagang utama Selandia Baru, sehingga perbaikan aktivitas manufaktur meningkatkan daya tarik Kiwi terhadap dolar AS. Gelombang pemulihan ekonomi Tiongkok mengundang aliran perdagangan dan investasi, yang pada akhirnya memengaruhi persepsi risiko para pelaku pasar. Selain itu, lonjakan PMI mendorong ekspektasi ekspansi global, memberikan sinyal positif bagi mata uang berisiko seperti NZD.
Dukungan eksternal ini membuat Kiwi relatif tahan terhadap ketidakpastian global meski faktor lain tetap memantau. Para trader menilai bagaimana dinamika China bisa memandu pergerakan NZDUSD dalam beberapa sesi ke depan. Secara umum, sinyal pasar tetap menyukai data manufaktur Tiongkok yang membaik.
Namun, data inflasi Amerika Serikat tetap kuat dan membatasi potensi kenaikan NZDUSD. Indeks Harga Produsen (PPI) naik 0,5% secara bulanan pada Desember, melebihi ekspektasi pasar. Secara tahunan, angka ini melonjak menjadi 3%, menunjukkan tekanan harga di level produsen masih cukup tinggi.
Rilis tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih lama. Pasar menilai kemungkinan siklus kenaikan suku bunga bisa berlanjut lebih lama dari yang diperkirakan. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter AS membuat para pelaku pasar berhati-hati.
Nama kandidat Kevin Warsh sebagai Ketua Fed berikutnya menarik perhatian karena reputasinya berbeda dalam hal neraca dan potensi jalur suku bunga jangka panjang. Meski Warsh dikenal lebih responsif terhadap risiko inflasi, pasar melihat adanya fokus pada kestabilan neraca. Perkembangan ini menambah faktor risiko bagi arah NZDUSD yang sedang sensitif terhadap berita kebijakan.
Para investor menantikan rilis PMI Manufaktur ISM AS untuk memantau momentum sektor produksi. Angka ini berpotensi mengubah ekspektasi kebijakan moneter jika menunjukkan pelemahan maupun perbaikan. Kondisi ini menambah dinamika pada pergerakan NZDUSD yang sedang dalam posisi sensitif.
Walau adanya dukungan dari Tiongkok, kekuatan data AS membatasi lonjakan NZDUSD. Trader juga menilai bahwa volatilitas bisa meningkat ketika pasar menyerap rilis ISM dan data inflasi selanjutnya. Dengan sentimen global yang masih rapuh, langkah masuk posisi perlu kehati-hatian.
Untuk trader yang mempertimbangkan posisi long, level entry sekitar 0,6030 bisa menjadi acuan. Target rilis 0,6075 memberi peluang profit yang cukup, sementara stop di 0,6005 membatasi kerugian. Pastikan rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5 dan sesuaikan ukuran posisi dengan toleransi risiko.