NZDUSD mendekati level tepat di bawah puncak empat bulan, menyentuh sekitar 0.5850. Pergerakan ini didorong oleh sentimen pasar terhadap dolar AS yang melemah akibat ketegangan geopolitik serta kebijakan perdagangan yang berpotensi tidak konvensional. Investor tampak menimbang peluang terhadap risiko mata uang risiko sambil menunggu konfirmasi arah selanjutnya.
Data sektor jasa Selandia Baru memberikan sinyal kebangkitan momentum. Indeks Kinerja Jasa BusinessNZ naik menjadi 51,1 pada Desember dari 49,6 pada November, kembali ke zona ekspansi setelah hampir setahun. Angka ini menguatkan narasi pemulihan aktivitas ekonomi domestik dan mendukung permintaan terhadap kiwi dalam beberapa sesi terakhir.
Di sisi lain, data Tiongkok yang dirilis menunjukan ekonomi terbesar kedua dunia tumbuh pada laju tahunan 4,5% pada Q4, lebih rendah dari kuartal sebelumnya namun melampaui ekspektasi pasar sekitar 4,4%. Produksi industri naik 5,2% pada Desember, sedangkan penjualan ritel dan harga properti mengecekan, menandakan momentum domestik yang beragam meski tetap positif secara keseluruhan.
Pertumbuhan Tiongkok pada kuartal keempat sebesar 4,5% yoy menunjukkan stabilitas meski dikisaran lebih rendah dari triwulan sebelumnya. Angka ini tetap berada di wilayah yang mendukung optimisme pelaku pasar terhadap permintaan global dan pemulihan nilai-nilai komoditas yang banyak diperdagangkan oleh kiwi.
Kenaikan produksi industri Tiongkok di Desember sebesar 5,2% memberi sinyal daya dorong produksi manufaktur dan infrastruktur yang dapat berimbas pada permintaan komoditas. Namun, lemahnya kinerja penjualan ritel dan harga rumah mengisyaratkan bahwa momentum permintaan domestik berfluktuasi, sehingga risiko pertumbuhan masih bergantung pada kebijakan dan dinamika eksternal.
Secara keseluruhan, faktor-faktor fundamental global menunjukkan kiwi bisa tetap mengambil sikap positif jika data internal Selandia Baru dan prospek regional tetap kuat. Ketergantungan terhadap aliran perdagangan dan harga komoditas akan menjadi pendorong utama pergerakan NZD dibanding USD dalam jangka menengah.
Ketegangan geopolitik terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Greenland dan kemungkinan pengenaan bea impor menambah volatilitas pasar. Investasi cenderung mengalihkan alokasi ke aset yang dianggap lebih aman pada momen ketidakpastian, meskipun beberapa pendapat pasar juga memandang peluang bagi mata uang risiko seperti NZD ketika dolar melemah secara luas.
Seiring itu, pernyataan menteri keuangan AS yang menekankan perlunya menjaga keharmonisan hubungan dengan UE serta komentar negara seperti Denmark yang menekankan solusi negosiasi menenangkan sebagian kekhawatiran investor. Kondisi ini mengindikasikan bahwa eskalasi bisa mereda jika dialog tetap berjalan dan sanksi perdagangan bisa dinegosiasikan.
Dalam skenario teknikal, jika data domestik Selandia Baru tetap kuat dan dinamika ekonomi global mendukung risk appetite, NZDUSD berpotensi melanjutkan tren kenaikan ke atas. Konfirmasi lebih lanjut bisa terlihat lewat penembusan level resistance sekitar 0.59, dengan stop loss dekat 0.58 untuk menjaga risiko tetap terkendali.