NZDUSD Menguji Resistance Bulat 0.6000 Pasca Dorongan RBNZ dan Ketidakpastian Tarif AS

NZDUSD Menguji Resistance Bulat 0.6000 Pasca Dorongan RBNZ dan Ketidakpastian Tarif AS

trading sekarang

Pada pekan lalu, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memutuskan mempertahankan suku bunga di 2.25% dalam debut gubernur baru Anna Bremans. Keputusan ini menegaskan jalur kebijakan yang tetap akomodatif dan menghindarkan pasar dari pengetatan mendadak. Pasar menilai bahwa kenaikan pertama kemungkinan baru terjadi pada akhir tahun 2026, sehingga ekspektasi pengetatan jangka pendek pun menurun.

RBNZ menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif untuk beberapa waktu ke depan. Mereka juga menegaskan bahwa kenaikan suku bunga berikutnya tidak akan segera terjadi, meski ada kemungkinan arahan untuk 2026. Dengan begitu, pasar menilai sinyal kebijakan yang kurang agresif daripada ekspektasi sebelumnya.

Di pasar valuta asing, NZD/USD sempat turun sekitar 0.5960 sebelum mencoba memantul ke sekitar 0.6000. Harga tetap berada di atas 50-day EMA sekitar 0.5915 dan 200-day EMA sekitar 0.5860, menjaga tren naik sejak swing low November. Stochastic oscillator menunjukkan sinyal bearish dan momentum melemah, menyiratkan potensi konsolidasi lebih lanjut dalam beberapa sesi.

Di sisi kebijakan perdagangan, Jumat lalu Mahkamah Agung membatalkan tarif IEEPA yang berlaku sebelumnya serta memicu ancaman tarif global 15% di bawah Pasal 122 Trade Act. Ketidakpastian kebijakan ini meningkatkan volatilitas pasar dan memberi tekanan tambahan pada mata uang risiko. Investor menilai dampaknya terhadap likuiditas dan arus modal global dengan hati-hati.

Peralihan wewenang dari IEEPA ke Pasal 122 membawa dinamika risiko baru. Meski batas 150 hari untuk tarif baru dan potensi pengembalian lebih dari USD 160 miliar bagi importir bisa menjadi penyeimbang sementara, dampak jangka pendek tetap tidak jelas. Banyak pelaku pasar memilih menahan eksposur sambil menunggu arah kebijakan yang lebih tegas.

Di kalender AS, para pembicara Federal Reserve diprediksi mendominasi agenda Selasa. Rabu, rilis CPI Australia diharapkan memicu pergerakan silang kiwi. Selama periode ini, trader menilai potensi penyesuaian suku bunga dan yield global sebagai faktor penentu arah NZDUSD.

Secara teknikal, grafik harian NZD/USD menunjukkan penurunan sekitar 0.34% pada hari Senin dengan sempat menyentuh 0.5960 sebelum rebound mendekati 0.6000. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang tinggi dan cenderung diperdagangkan dalam rentang. Analisis menunjukkan momentum yang tidak mengarah ke arah kuat saat ini.

NZD/USD tetap berada di atas EMA 50 hari di sekitar 0.5915 dan EMA 200 hari di sekitar 0.5860, menjaga tren naik sejak November. Indikator Stochastic menunjukkan pelemahan momentum karena garisnya turun, meski level harga belum menembus support penting. Pasar tampaknya bersiap untuk range-bound dalam beberapa sesi ke depan.

Level kunci berikutnya mencakup support di 0.5956 dan 0.5900, serta resistance di 0.6000 dan 0.6094. Jika harga menembus di atas 0.6200, peluang kenaikan yang lebih luas bisa terbentuk. Sebaliknya, jika turun di bawah 0.5900, risiko menguji EMA 50 hari meningkat. Mengingat informasi yang ada, sinyal trading untuk NZDUSD dinilai tidak jelas pada saat ini, sehingga rekomendasi tetap tidak ada (sinyal no).

broker terbaik indonesia