Di tengah arus perubahan energi yang cepat dan volatilitas pasar energi, PGN menata ulang strategi pasokan gasnya agar tetap andal bagi Indonesia. Upaya ini menggabungkan penguatan infrastruktur midstream dengan pemanfaatan LNG sebagai solusi transisi. Menjadi bagian dari Cetro Trading Insight, kami melihat langkah ini sebagai kunci menjaga kestabilan pasokan nasional sambil menyiapkan dasar pertumbuhan ekonomi.
Melalui laporan terbaru, analis RHB Sekuritas menilai PGN berhasil menjaga stabilitas volume niaga dan transmisi pada 2025 meski menghadapi penurunan alami sumur gas konvensional. Posisi sebagai Subholding Gas Pertamina disebut menjadi faktor kunci dalam menjaga ketersediaan gas nasional.
Keberhasilan ini tercapai berkat integrasi infrastruktur pipa dan fasilitas LNG yang memperkuat ketahanan bisnis. Strategi tersebut juga memperluas jangkauan pasokan ke berbagai sektor pelanggan dan menyiapkan pondasi bagi pertumbuhan 2026. Semua langkah ini berpotensi meningkatkan sentiment investor terhadap PGN.
Riset menunjukkan volume distribusi gas PGN diperkirakan tumbuh sekitar 3 persen year on year menjadi 875 BBTUD pada 2026. Pertumbuhan ini didorong permintaan industri yang stabil serta penambahan pelanggan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ketahanan terhadap dinamika pasar turut didorong oleh diversifikasi sumber pasokan melalui LNG.
PGN menargetkan penyaluran sekitar 22 kargo LNG pada 2026, dengan sekitar 14 kargo telah berhasil diamankan kontraknya sejak awal. Hal ini memberi visibilitas bagi kemampuan PGN memenuhi kebutuhan pelanggan dan menjaga stabilitas pasokan di tengah transisi energi.
Di sisi transmisi, volume gas PGN diproyeksikan tumbuh 4 persen YoY menjadi 1,6 bscfpd, didukung peningkatan volume trading serta aliran gas yang lebih terintegrasi antar wilayah. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan efisiensi jaringan dan memperluas akses gas ke industri.
Analisa pasar menunjukkan PGN memperlihatkan peran sentral dalam transisi energi nasional melalui dominasi jaringan transmisi dan distribusi gas. Keunggulan kompetitif PGN terletak pada penguasaan infrastruktur midstream pipa transmisi FSRU dan terminal regasifikasi serta kapasitas downstream jaringan gas kota dan industri.
Riset Ajaib Sekuritas menyoroti bahwa gas bumi tetap menjadi sumber energi transisi yang kritikal, dengan LNG diproyeksikan naik menjadi 18-20 persen dari bauran pasokan PGN pada 2026. Ketahanan margin PGN juga dibangun melalui mekanisme blending gas menjaga harga jual rata-rata tetap kompetitif sambil mempertahankan profitabilitas.
Menurut analisa, kinerja laba PGN bersifat defensif meski biaya porsi LNG lebih besar. Pertumbuhan volume transmisi dan trading sekitar 4 persen dipandang sebagai penyeimbang, yang bisa mendorong upside valuasi lewat kenaikan keamanan pasokan dan arus kas stabil. Secara keseluruhan, fokus PGN pada midstream dan downstream dinilai sebagai langkah mitigasi risiko volatilitas hulu.