Indikator makro AS menunjukkan momentum yang lebih kuat, sehingga dolar AS menguat terhadap mitra utama. Penjualan ritel AS naik 0,6% menjadi 735,9 miliar dolar pada November, melampaui ekspektasi pasar. Data ini memperkuat narasi bahwa The Fed kemungkinan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Selain itu, kekhawatiran mengenai perang dagang AS-Tiongkok menambah volatilitas pada NZD/USD. Risiko perdagangan global membuat kiwi lebih sensitif terhadap perubahan sentimen investor. Pasangan ini melemah di sekitar 0,5740 sepanjang sesi Eropa karena pelaku pasar menilai dampak kebijakan moneter AS terhadap dolar.
Indeks Harga Produsen (IHP) menunjukkan tekanan inflasi tetap tinggi dengan pembacaan YoY sekitar 3%. Perkataan pejabat Fed, termasuk Neel Kashkari, menunjukkan ekonomi cukup tangguh meskipun inflasi masih di atas target. Morgan Stanley juga menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga ke Juni-September sebagai respons terhadap laporan lapangan kerja yang terbaru.
Dengan data AS yang menguat, pasar tetap mengaitkan bahwa Fed akan menahan suku bunga dalam beberapa pertemuan ke depan. Hal ini memperkuat dolar dan menambah tekanan turun pada pasangan berisiko seperti NZDUSD. Perbedaan kebijakan antara bank sentral AS dan mitra regional turut menggiring aliran modal.
Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif 25% pada semikonduktor tertentu dan memberikan wewenang untuk potensi pungutan pada mineral kritis. Langkah ini meningkatkan ketegangan perdagangan dan berpotensi mempengaruhi likuiditas pada aset risiko. Gedung Putih menekankan kemandirian impor untuk beberapa mineral kritis, memperkuat peran Tiongkok sebagai sumber utama dalam rantai pasokan.
Ketakutan terhadap eskalasi kebijakan perdagangan membuat investor menimbang risiko pada aset spekulatif seperti kiwi. Selain itu, para trader akan menambah fokus pada laporan klaim tunjangan pengangguran awal AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai daya serap tenaga kerja dan konsumsi. Karena volatilitas yang mungkin meningkat, diperlukan kombinasi analisis teknikal dan fundamental sebelum mengambil posisi pada NZDUSD.
Rencana perdagangan untuk NZDUSD perlu berdasar pada gambaran fundamental yang terukur dengan konfirmasi data ekonomi terkait. Data AS yang lebih kuat memperkuat dorongan dolar sehingga kiwi cenderung tertekan. Input data seperti ritel, inflasi, dan kebijakan moneter menjadi pendorong utama arah pasangan ini.
Strategi yang dianjurkan adalah posisi jual dengan target turun sekitar 0,5600. Stop loss ditempatkan sekitar 0,5820 untuk melindungi dari lonjakan harga tak terduga dalam kondisi volatil. Rasio risiko-imbalan berada di atas 1:1,5 sehingga sejalan dengan pedoman manajemen risiko.
Open harga saat ini sekitar 0,5740 bisa dijadikan acuan untuk eksekusi posisi SELL jika sentimen dolar tetap kuat. Pastikan mengikuti rilis data ekonomi utama untuk menilai perubahan arah harga secara real-time. Penilaian berkelanjutan diperlukan karena faktor eksternal dapat memicu pergeseran signifikan pada pasangan NZDUSD.