NZD turun lebih dari 0.7 persen akibat aliran safe haven di tengah krisis Hormuz yang meningkatkan kekhawatiran terhadap mata uang berisiko. Kejadian ini mendorong penguatan dolar AS secara luas dan menekan mata uang yang sensitif risiko. Sektor energi juga berperan karena gangguan pasokan dapat memperberat biaya impor bagi Kiwi.
RBNZ menahan OCR di 2.25 persen pada Februari dan Gubernur Anna Breman menegaskan sikap dovish. Mereka menilai bahwa ekonomi memiliki ruang untuk pulih tanpa memicu inflasi yang terlalu tinggi sehingga potensi kenaikan tetap ditunda hingga akhir 2026. Kebijakan ini memperlebar jarak dengan RBA yang lebih hawkish, menambah beban relatif terhadap NZD.
Ketergantungan NZ pada impor minyak menambah tekanan pada Kiwi ketika biaya energi melonjak akibat gangguan Hormuz. Secara global, peningkatan permintaan aset safe haven menekan mata uang berisiko, menjadikan NZDUSD lebih rentan terhadap dinamika risiko jelang rilis data pekerjaan AS dan pergerakan harga minyak.
Diagram harian menunjukkan NZDUSD berada di sekitar 0.5898–0.5900. Bias jangka pendek saat ini agak bearish karena harga kembali mendekati level rendah akhir Oktober, meskipun belum menembus level support utama. Kedudukan ini juga didukung oleh pola moving average yang tetap menahan di sekitar 0.59.
Harga bergerak di atas EMA50 dan EMA200 yang berada di sekitar 0.59, membentuk kerangka dasar pembalikan jika kondisi risk appetite membaik. Indikator momentum seperti Stochastic telah beralih dari wilayah overbought menuju area belasan puluh, menandakan berkurangnya momentum kenaikan.
Support utama berada di sekitar 0.5890–0.5900. Jika level ini ditembus, fokus selanjutnya menuju zona 0.5850 yang dibatasi oleh EMA200 dan level rendah sebelumnya. Di sisi atas, resistance terdekat berada di 0.5950 dan kemudian 0.6000, yang dapat menjadi batas untuk bias bearish jika ditembus.
Skenario utama adalah peluang jual jika harga menembus dukungan 0.5890–0.5900. Target penurunan berada di sekitar 0.5850, dengan potensi lebih lanjut menuju 0.5800 jika momentum melemah lebih lanjut. Rasio risiko-imbalan diperkirakan mendekati 1:1.5 atau lebih jika data NFP AS mendukung pergerakan turun.
Alternatifnya, jika sentimen risiko membaik, pasangan ini bisa bergerak ke arah atas menuju zona 0.5950–0.6000. Break di atas 0.6000 akan membuka peluang untuk melanjutkan rebound ke resistance berikutnya. Perlu diingat bahwa pergerakan volatil tetap bisa terjadi karena faktor geopolitik dan rilis data NFP AS.
Manajemen risiko menjadi kunci. Karena data dan gejolak geopolitik, volatilitas bisa meningkat. Disarankan untuk mengikuti rilis NFP AS pada Jumat karena bisa menjadi pemicu utama. Sesuaikan stop loss di sekitar 0.5930 dan target di 0.5850 agar rasio risiko terhadap imbalan tetap memenuhi standar minimal 1:1.5. Artikel disusun oleh Cetro Trading Insight.