NZDUSD Tertekan Pasca Data Izin Mendirikan Bangunan NZD dan Imbas Data Ekonomi Global

NZDUSD Tertekan Pasca Data Izin Mendirikan Bangunan NZD dan Imbas Data Ekonomi Global

NZDUSD Tertekan Pasca Data Izin Mendirikan Bangunan dan Imbas Data Ekonomi Global

NZD/USD turun meskipun izin mendirikan bangunan Selandia Baru untuk November 2025 meningkat 2,8% secara bulanan. Data ini membalikkan revisi turun bulan sebelumnya dan menambah tekanan pada pasangan mata uang yang sensitif terhadap risiko risiko dolar AS serta dinamika kebijakan moneter global.

Pergerakan turun pada NZDUSD terjadi seiring penguatan dolar AS dan komentar pasar mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga Fed. Meskipun data rumah tangga domestik memberi sinyal pelonggaran inflasi, faktor teknikal dan aliran modal global menjaga pasangan ini berada dalam tekanan.

Para pelaku pasar juga menantikan data neraca perdagangan Tiongkok pada Desember, yang diperkirakan melebar menjadi sekitar 113,60 miliar dolar AS. Proyeksi ekspor yang naik 3,0% YoY dan impor bertumbuh 0,9% menunjukkan dinamika permintaan luar negeri yang memengaruhi perdagangan New Zealand melalui rantai pasokan dan harga komoditas.

Dinamika Perdagangan China dan Dampaknya pada NZD

Surplus perdagangan Tiongkok diperkirakan membesar pada Desember, dengan angka yang lebih lebar dibanding pembacaan sebelumnya. Prospek tersebut menambah kerangka pandangan bahwa permintaan global masih bereaksi terhadap kebijakan fiskal dan likuiditas internasional yang berimbang.

Dalam konteks NZD, kabar perdagangan China dapat menjadi penopang bagi komoditas yang menjadi andalan ekspor New Zealand. Namun, gerak NZDUSD sangat bergantung pada gejolak dolar AS dan sikap bank sentral besar dunia terhadap laju suku bunga di masa depan.

Di saat yang sama, NZD/USD kehilangan pijakannya ketika dolar AS menguat, meskipun inflasi AS relatif lemah. Pelaku pasar memperhatikan bagaimana data berikutnya, termasuk neraca perdagangan China, dapat mengubah ekspektasi kebijakan moneter Global dan arah pasangan ini.

Inflasi AS, Pasar Tenaga Kerja, dan Prospek Fed

Data inflasi inti AS, yang tidak memasukkan makanan dan energi, naik 0,2% pada Desember, menandakan pelemahan tekanan harga secara luas meski di tingkat tahunan terjaga di 2,6%. Angka ini menambah pelonggaran di jalur inflasi dan menambah ruang bagi Federal Reserve untuk menilai perlunya penyesuaian suku bunga.

Nonfarm payrolls yang lebih kuat pada Jumat lalu, bersama penurunan tingkat pengangguran dan perubahan ketenagakerjaan ADP empat minggu terakhir yang solid, menunjukkan pasar kerja yang tetap tangguh. Komponen tenaga kerja yang kuat meningkatkan risiko bahwa jalur kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi meski inflasi menunjukkan pelonggaran.

Dengan data inflasi yang lebih ringan dan pekerjaan yang kokoh, pasar menilai kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Fed bisa dekat dengan harga pasar saat ini. Investor disarankan memperhatikan rilis data berikutnya yang dapat menambah ketidakpastian arah kebijakan dalam beberapa minggu ke depan.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image