OJK Targetkan Kapitalisasi BEI Rp25.000 Triliun hingga 2031, SID 30 Juta, RNTH Rp35 Triliun per Hari

OJK Targetkan Kapitalisasi BEI Rp25.000 Triliun hingga 2031, SID 30 Juta, RNTH Rp35 Triliun per Hari

trading sekarang

Hasan Fawzi, calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memaparkan gambaran besar yang bisa mengubah wajah pasar modal Indonesia. Dalam uji kelayakan dan kepatutan yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026), ia menyampaikan target ambisius untuk masa jabatan kepemimpinan OJK. Rencana tersebut menegaskan tekad untuk mendorong pertumbuhan pasar modal sambil menjaga integritas dan stabilitas keuangan nasional. Cetro Trading Insight menyajikan analisis ini sebagai rujukan bagi para pelaku pasar.

Hasan menjelaskan proyeksi kinerja strategis untuk lima tahun ke depan hingga 2031. Kapitalisasi pasar BEI ditargetkan mencapai Rp25.000 triliun, sekitar 80 persen dari PDB nasional. Target ini mencerminkan dorongan besar terhadap likuiditas, penghimpunan dana, dan peran pasar modal sebagai mesin pembiayaan pembangunan. Ia menambahkan bahwa upaya ini adalah bagian dari kerangka kebijakan yang konsisten dengan mandat pengawasan pasar modal.

Selain itu, ia menekankan target jumlah investor melalui SID menjadi 30 juta pada 2031, dengan RNTH (rata-rata nilai transaksi harian) BEI mencapai Rp35 triliun per hari. Kenaikan ini diiringi peningkatan jumlah emiten dan pengelolaan dana dari para investor. Ia menegaskan bahwa kunci utama adalah integritas pasar sebagai fondasi kepercayaan investor dan stabilitas pasar. Hasan juga memaparkan visi, misi, serta program strategis untuk pengembangan sektor keuangan derivatif dan bursa karbon.

Sejalan dengan target investasi, Hasan menekankan perluasan basis investor melalui kebijakan inklusif, edukasi pasar, dan inovasi layanan perbankan dan sekuritas. Ia menargetkan SID 30 juta pada 2031, yang akan memperluas partisipasi investor ritel nasional. Upaya ini didorong oleh komitmen untuk menurunkan hambatan akses, meningkatkan literasi keuangan, dan mempercepat adopsi teknologi keuangan.

Rasio RNTH ditetapkan Rp35 triliun per hari. Angka ini diharapkan akan mendorong likuiditas harian, meningkatkan jumlah emiten, dan memperluas dana kelolaan para investor. Kebijakan ini sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan proyek nasional. Segment kebijakan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya tata kelola yang sehat untuk menjaga stabilitas pasar.

Hasan menekankan peran pasar derivatif dan bursa karbon sebagai bagian dari ekosistem keuangan yang lebih beragam. Ia menekankan bahwa integritas pasar modal menjadi tumpuan kepercayaan investor dan fondasi stabilitas. Langkah-langkah tersebut dinilai dapat menambah kedalaman pasar serta memperluas opsi pendanaan bagi sektor publik maupun swasta.

Hasan Fawzi juga menegaskan pentingnya integritas pasar modal sebagai faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor. Tanpa integritas yang kuat, pasar modal akan sulit berfungsi sebagai tempat penggalangan dana dan pembiayaan pembangunan jangka panjang. Fungsi pasar yang sehat juga akan mendorong aliran modal asing maupun domestik untuk jangka panjang dan stabil.

Selain itu, Hasan saat ini menjabat Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Ia juga menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Kombinasi peran ini menekankan komitmen untuk menjaga inovasi sambil mengatur risiko dan menjaga tata kelola yang baik.

Analisis implikasi untuk pasar Indonesia menunjukkan bahwa meskipun target ambisius, eksekusi kebijakan membutuhkan koordinasi lintas sektor dan waktu. Investor perlu memahami bahwa langkah-langkah ini bertujuan memperkuat daya saing, likuiditas, dan pembiayaan infrastruktur. Pelaku pasar diundang untuk memantau perkembangan kebijakan OJK dan dampaknya terhadap gaya investasi jangka panjang.

broker terbaik indonesia