OJK mengumumkan langkah ambisius untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal lewat pembentukan Satgas Transformasi Pasar Modal. Inisiatif ini menandai era baru di mana transparansi, akuntabilitas, dan kolaborasi lintas otoritas menjadi pilar utama. Satgas dirancang bekerja di lapangan, bukan hanya pada rumus kebijakan.
Satgas akan melibatkan Self Regulatory Organization utama seperti BEI (Bursa Efek Indonesia), KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), dan KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia). Keberadaan ketiga lembaga ini dipandang vital untuk mempercepat implementasi standar pasar modal yang lebih transparan dan efisien. Dukungan operasional dari SRO ini diharapkan menciptakan alur koordinasi yang lebih mulus antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.
OJK menegaskan bahwa pembentukan Satgas akan didasari kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan. Hal ini menandai komitmen pemerintah untuk reformasi integritas pasar modal secara terkoordinasi. Dalam pernyataan yang dikutip pada Sabtu, pejabat OJK menyatakan bahwa dukungan lintas kementerian akan mempercepat realisasi program reformasi.
OJK membuka peluang penambahan anggota Satgas dari kementerian dan lembaga lain seiring berkembangnya kebutuhan kerja lapangan. Struktur organisasi dirancang operasional, dengan Dewan Pengarah, Ketua Harian, dan tim pelaksana yang berasal dari masing-masing lembaga sesuai tugas dan fungsinya. Model ini dipandang memungkinkan respons cepat terhadap dinamika pasar modal serta berfungsi sebagai wadah koordinasi antar otoritas secara nyata.
Hasan Fawzi, pejabat OJK, menjelaskan bahwa Satgas akan bekerja langsung di lapangan untuk memastikan eksekusi kebijakan tepat sasaran. Ia menyebutkan bahwa pembentukan Satgas direncanakan dirumuskan dalam waktu relatif singkat sebelum diluncurkan secara resmi. Dengan struktur yang menonjolkan pelaksanaan nyata, targetnya adalah mengurangi tumpang tindih kewenangan dan mempercepat kapabilitas institusional.
Melalui langkah ini, OJK berharap reformasi integritas pasar modal berjalan lebih terkoordinasi, efektif, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas otoritas serta keterlibatan pemangku kepentingan dinilai krusial untuk mendorong kepercayaan investor. Cetro Trading Insight mencatat bahwa inisiatif ini bisa menjadi pijakan penting bagi ekosistem pasar modal nasional jika diikuti dengan transparansi pelaporan dan pengawasan yang konsisten.