Menurut Anna Westlund dari Nordea, data BAS dan LFS menunjukkan bahwa pekerjaan di Swedia mulai tumbuh sejak awal 2025. Peningkatan ini tercermin pada tren positif yang dihasilkan oleh kedua indikator pekerjaan tersebut. Analisis ini menekankan arah yang lebih kuat bagi permintaan tenaga kerja.
Indikator ke depan yang lebih tinggi serta meningkatnya jumlah lowongan kerja mengindikasikan bahwa permintaan tenaga kerja semakin menguat. Nordea menilai bahwa tren ini akan mendorong peningkatan tingkat pekerjaan secara bertahap. Meskipun demikian, pergerakan ini masih bergantung pada dinamika tenaga kerja secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, pasar tenaga kerja menunjukkan penguatan. Namun, slack atau kelonggaran kapasitas di pasar tenaga kerja masih terlihat jelas, sehingga tekanan pada tingkat pengangguran diperkirakan menurun tetapi tidak drastis. Konteks ini menandakan bahwa pemulihan sedang berjalan, namun kekuatan fundamental masih perlu waktu untuk mengunci penurunan pengangguran secara signifikan.
Data yang dirujuk Nordea menekankan bahwa permintaan tenaga kerja diperkirakan meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan tenaga kerja secara keseluruhan. Dengan demikian, tekanan pada upah bisa meningkat seiring waktu. Para analis menilai bahwa dinamika ini membuka peluang bagi sektor-sektor berorientasi siklus di pasar Swedia.
Walau pengangguran diperkirakan turun, tingkatnya tetap elevasi sehingga kebijakan fiskal dan moneter perlu menjaga keseimbangan. Arah suku bunga dan likuiditas bisa terpengaruh oleh momentum pekerjaan yang lebih kuat. Investor perlu memperhatikan risiko inflasi dan stabilitas keuangan yang terkait.
Dalam konteks pasar global, kebijakan moneter yang responsif terhadap data tenaga kerja Swedia dapat memodulasi aliran modal. Data pekerjaan yang positif bisa menarik minat investor pada aset berfundamental kuat seperti obligasi berisiko rendah atau saham siklikal kuat. Untuk trader, fokus pada aset terkait Skandinavia bisa relevan dalam kerangka makro global.