Optimisme Iran Deal dan Laba Q1 Dorong Pergerakan Pasar Saham AS

Optimisme Iran Deal dan Laba Q1 Dorong Pergerakan Pasar Saham AS

trading sekarang

Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Pasar global saat ini dipengaruhi perkembangan geopolitik yang dapat membentuk arah sentimen investor. Optimisme muncul terkait kemungkinan kesepakatan dengan Iran setelah Washington menghentikan operasi ofensif dan menegaskan gencatan senjata. Dalam kerangka itu, kontrak berjangka Dow Jones naik tipis sekitar 0,17 persen dan berada di sekitar level 49.500 saat sesi perdagangan Eropa berlangsung.

Ketegangan regional yang mereda sekaligus pembicaraan mengenai pelonggaran jalur perdagangan di Selat Hormuz menambah suasana risiko on bagi investor. Pergerakan ini dibarengi dorongan terhadap indeks utama AS yang lebih tinggi pada pembukaan sesi Asia, dengan S&P 500 berada di sekitar 7.310 dan Nasdaq 100 futures melonjak lebih dari 0,70 persen di atas 28.330.

Para pelaku pasar juga menyiapkan diri menghadapi rilis laba kuartal pertama 2026 dari sejumlah perusahaan besar dan data ADP payrolls untuk April. Faktor-faktor ini diperkirakan akan memberikan arah bagi perdagangan menjelang sesi pasar AS dibuka.

Advanced Micro Devices melaporkan laba kuartal pertama 2026 dengan pendapatan sebesar 10,25 miliar dolar, meningkat 38 persen secara YoY. Permintaan untuk infrastruktur AI menjadi pendorong utama, dan AMD menaikkan panduan pendapatan Q2 menjadi 11,2 miliar dolar, menandai momentum berkelanjutan di segmen data center yang mencatat lonjakan penjualan sebesar 57 persen. Saham AMD melonjak hampir 15 persen setelah jam perdagangan, mencerminkan kepercayaan investor.

Arista Networks juga melaporkan hasil kuat untuk Q1 2026, dengan pendapatan 2,71 miliar dolar, naik 35 persen YoY. Perusahaan menaikkan outlook pendapatan dan menggariskan target penjualan terkait AI meski masih menghadapi kendala pada rantai pasokan. Poin ini menambah persepsi bahwa sektor TI tetap menjadi mesin penggerak utama reli harga saham di pasar AS.

Pfizer menunjukkan kinerja yang solid dengan laba kuartal pertama 2026 lebih tinggi dari ekspektasi, mencatat pendapatan sebesar 14,5 miliar dolar dan EPS 0,75 dolar. Perusahaan tetap fokus pada portofolio oncology dan metabolic diseases, sambil menilai risiko patent cliff senilai sekitar 17 miliar dolar pada 2030 yang bisa menjadi tekanan bagi pertumbuhan pendapatan di masa mendatang.

Rencana Menuju Rilis Laba Berikutnya dan Dinamika Investor

Traders dan investor tetap memantau rilis laba kuartal berikutnya dari AppLovin, The Walt Disney Company, Uber Technologies, CVS Health, dan DoorDash. Hasil dari perusahaan-perusahaan ini nantinya dapat mempengaruhi arah sentimen pasar, terutama jika kinerja aktual menyimpang dari ekspektasi analis.

Di samping itu, fokus pasar juga tertuju pada laporan ADP private payrolls untuk April sebagai sinyal awal mengenai dinamika tenaga kerja sebelum rilis data pekerjaan resmi. Data ini dipandang sebagai indikator penting bagi asumsi kebijakan moneter di masa mendatang.

Secara umum, tekanan geopolitik berkurang sementara momentum laba perusahaan memberikan sinyal positif bagi pasar. Pergerakan futures AS menunjukkan arah yang lebih kuat, dengan Dow Jones futures berada dalam tren naik, S&P 500 mendekati level 7.310, dan Nasdaq 100 futures di atas 28.330, menggambarkan suasana risk-on menjelang rilis data dan laporan keuangan selanjutnya.

banner footer