PART Tbk Melejit 34% di Tengah Momentum Industri Otomotif dan Elektronik: Kepemilikan, Klien Besar, dan Prospek Investor

PART Tbk Melejit 34% di Tengah Momentum Industri Otomotif dan Elektronik: Kepemilikan, Klien Besar, dan Prospek Investor

trading sekarang

Saham PART melesat secara mengejutkan pada perdagangan Rabu, ditutup di Rp180 per saham dengan kenaikan sebesar 34,33 persen. Aksi itu menjadikan PART sebagai salah satu top gainers sesi pagi, menandai adanya minat beli yang kuat dari pelaku pasar. Aktivitas perdagangan juga menunjukkan dinamika yang menarik dengan volume 2,20 juta saham dan nilai transaksi sekitar Rp36,64 miliar.

PART bergerak dalam bidang barang konsumsi nonprimer dengan fokus utama pada manufaktur komponen suku cadang otomotif, elektronik, dan sanitasi. Perjalanan perusahaan bermula dari industri skala rumahan pada 2007, baru resmi didirikan sebagai badan usaha pada 2009. Seiring waktu, PART memperkuat kemitraan strategis, termasuk kerja sama dengan grup Astra sejak 2011 dan produksi komponen untuk Toyota pada 2016.

Pada 2018 perusahaan memperluas portofolio dengan komponen elektronik untuk Panasonic, diikuti perluasan fasilitas berupa pabrik baru di Bekasi dan Tangerang. Hingga kini PART memiliki fasilitas workshop, lini produk, serta alat ukur pendukung produksi yang mendukung skalabilitas operasional. Laporan resmi BEI turut menyoroti keterkaitan erat PART dengan klien besar di industri otomotif dan elektronik, yang menjadi pendorong utama permintaan produk mereka. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari rekomendasi pasar kami.

Di tengah laju harga yang positif, PART menunjukkan respons pasar yang kuat dengan penutupan pada Rp180 per saham dan lonjakan 34,33 persen. Kondisi ini juga diiringi oleh transaksi besar sekitar Rp36,64 miliar. Kenaikan tersebut menjadikan PART berada di jajaran saham terdepan pada sesi perdagangan hari itu, menggambarkan momentum positif dari sentimen investor terhadap prospek perusahaan.

Secara mingguan, PART mencatat pertumbuhan harga sekitar 42,86 persen, menunjukkan adanya tren bullish yang signifikan. Katalis utama berasal dari ekspektasi terhadap peningkatan permintaan terhadap komponen otomotif dan elektronik dari klien-klien besar PART. Selain itu, momentum ini juga didukung oleh berita-berita mengenai kemampuan PART dalam memenuhi kebutuhan produksi melalui fasilitas produksi yang lebih luas di Bekasi dan Tangerang.

Klien PART yang meliputi TOTO, Hitachi, Ihara, Astra Otoparts, Isuzu, dan Alva menunjukkan posisi PART sebagai pemasok kunci untuk sektor otomotif dan elektronik. Keberadaan klien-klien ternama ini menciptakan sinyal fundamental positif bagi prospek jangka panjang perusahaan, meskipun persaingan industri tetap ketat. Analisis ini disusun untuk membantu pembaca memahami konteks operasional PART dan bagaimana momentum aktuariannya dapat memengaruhi persepsi investor. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca kami.

Kepemilikan Saham dan Implikasi bagi Investor

Data kepemilikan PART hingga akhir Januari 2026 menunjukkan struktur kendali yang relatif terpusat. Pengendali utama adalah PT Cipta Investama Lancar dengan 1,49 miliar saham (54,55%), diikuti Hamim dengan 272 juta saham (9,92%). Pemegang mayoritas berikutnya adalah Nenden Widiastuti dengan 217,60 juta saham (7,94%), sedangkan publik memegang sekitar 702,20 juta saham (25,61%). Struktur ini mencerminkan konsentrasi kepemilikan yang cukup tinggi di pihak pengendali utama, dengan porsi publik yang masih signifikan untuk likuiditas perdagangan di pasar sekunder.

Partisipasi publik menjadi faktor penting bagi investor ritel, karena 25,61% kepemilikan menunjukkan adanya peluang likuiditas serta potensi pemantauan aktivitas perdagangan yang lebih terbuka. Ultimate Beneficial Owner dari PART diidentifikasi sebagai Hamim, yang juga menjabat sebagai direktur utama aktif perusahaan. Partisipasi pemegang saham publik dan kepemilikan institusional di masa mendatang akan menjadi indikator kunci untuk memahami arah kebijakan perusahaan dan potensi pelaksanaan any future corporate actions.

Secara keseluruhan, PART membawa narasi positif terkait pertumbuhan pendapatan dari klien-klien besar serta ekspansi kapasitas produksi. IPO pada 2024 yang berhasil mengumpulkan dana Rp71,40 miliar dengan melepas 680 juta saham pada Rp105 per saham menambah fondasi pendanaan untuk ekspansi. Investor disarankan memantau bagaimana kepemilikan akan berubah seiring waktu dan bagaimana kinerja operasional akan terhonor dengan kontrak-kontrak baru. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami opsi investasi terkait PART dan dinamika pasar saham Indonesia.

broker terbaik indonesia