Data payroll AS bulan Maret menunjukkan penambahan pekerjaan yang melebihi ekspektasi. BLS melaporkan sekitar 178 ribu pekerjaan baru, menguatkan outlook bahwa pasar tenaga kerja tetap kokoh meski tekanan harga tinggi. Sementara itu revisi Februari turun menjadi minus 133 ribu, sehingga dinamika tenaga kerja tetap kompleks. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen, memberi sinyal bahwa pasar kerja masih sinergis dengan inflasi yang relatif tinggi.
Di sisi lain, dolar AS menguat tipis dengan DXY melayang di atas level 100, di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah menambah volatilitas di pasar obligasi dan mata uang. Sementara itu, PMI layanan S&P Global untuk Maret menunjukkan perlambatan, memberikan gambaran bahwa permintaan jasa menghadapi tantangan meskipun pasar tenaga kerja menunjukkan kekuatan.
Analisis dari pakar pasar menekankan bahwa lingkungan stagflasi membuat kebijakan moneter tetap menjadi fokus utama. Pandangan tersebut datang bersamaan dengan tekanan inflasi yang tetap berada di atas target. Imbal hasil Treasuri AS naik setelah rilis NFP, menambah dinamika di pasar valuta asing dan obligasi, serta mengubah arah kebijakan sepanjang tahun.
GBPUSD melemah setelah laporan NFP AS yang kuat, dengan pasangan diperdagangkan sekitar 1,3205 pada saat data dirilis. Gerak pasar mencerminkan berkurangnya ekspektasi kebijakan dovish dari The Fed di tengah risiko inflasi yang masih mengemuka. Investor juga menimbang risiko geopolitik yang menambah beban pada sentimen mata uang risiko.
Dari sisi teknikal, bias jangka pendek terlihat agak menurun karena harga berada di bawah cluster moving averages yang dekat dengan 1,35. Titik ini menunjukkan momentum kenaikan telah melambat meski harga tetap berada di wilayah dukungan kunci. Resistance pertama berada di sekitar 1,3300, diikuti 1,3400 dan 1,3500 yang sejalan dengan profil moving averages.
Indikator pasar menunjukkan dolar lebih kuat, membuat GBPUSD lebih rentan terhadap koreksi jika tidak dapat menahan level 1,3200. Penembusan di bawah 1,3200 bisa membuka jalan menuju 1,3100 dan 1,3035. Namun, jika harga menembus ke atas 1,3400, kemungkinan koreksi menuju 1,3500 bisa muncul seiring perubahan sentimen.
Faktor teknikal relevan menunjukkan tekanan tetap pada dolar, menambah konteks pergerakan pasangan terhadap faktor fundamental. Indikator pasar menegaskan bahwa dinamika kebijakan kemungkinan tetap menjaga dolar dalam posisi kuat jika inflasi tidak menurun. Hal ini memperkuat pandangan bahwa GBPUSD berisiko turun lebih lanjut dalam beberapa sesi mendatang.
Level teknikal utama yang perlu diperhatikan meliputi support di 1,3200, 1,3100, dan 1,3035 serta resistance di 1,3300, 1,3400, 1,3500. Penutupan harian di bawah 1,3200 sering diamati sebagai sinyal bearish yang lebih kuat, sementara penutupan di atas 1,3400 bisa membuka peluang pembalikan menuju 1,3500. Trader disarankan memperhatikan pergeseran harga terhadap zona zona tersebut sebelum mengambil posisi.
Untuk manajemen risiko, pendekatan jual dengan target sekitar 1,3100 dan stop di 1,3360 dapat mencapai rasio risiko-imbalan sekitar 1,5 banding 1. Para pelaku pasar disarankan mengikuti rencana trading yang terukur dan menimbang volatilitas pasar. Menurut Cetro Trading Insight, kehati-hatian diperlukan karena data makro yang akan datang bisa mengubah arah pasar secara signifikan.