USD/JPY Tertekan Dekati 160 di Tengah Intervensi Jepang dan Data AS yang Solid

USD/JPY Tertekan Dekati 160 di Tengah Intervensi Jepang dan Data AS yang Solid

trading sekarang

USD/JPY berada di bawah tekanan karena kekhawatiran intervensi Jepang, laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Meski dolar AS tetap kuat, batasan pada kenaikan di sekitar level 160 menjadi penahan utama. Pedagang mencermati langkah otoritas Jepang yang siap bertindak untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.

Kondisi likuiditas yang tipis akibat libur Jumat Agung menambah volatilitas harga. Namun, kekuatan dolar AS membatasi penurunan mata uang Jepang. Pasar juga menimbang risiko geopolitik yang mendasari dinamika pasangan ini.

Pada saat penulisan, USD/JPY diperdagangkan sekitar 159.57, turun sedikit setelah mencapai 159.82 akibat data NFP. Data ketenagakerjaan AS yang kuat meningkatkan ekspektasi bahwa Fed bisa menahan suku bunga lebih lama. Intervensi Jepang tetap menjadi faktor pembatas utama pergerakan pasangan.

Data pekerjaan AS untuk Maret menunjukkan tambahan 178 ribu pekerjaan, melampaui ekspektasi 60 ribu. Tingkat pengangguran turun menjadi 4.3 persen, dari 4.4 persen. Sinyal ketahanan pasar tenaga kerja mendorong ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan berubah lebih lambat.

Rilis upah menunjukkan rata-rata pendapatan per jam naik 0.2 persen secara bulanan, di bawah perkiraan 0.3 persen. Secara tahunan, pertumbuhan upah mencapai 3.5 persen, sedikit melambat dari estimasi 3.7 persen. Kombinasi ini menjaga fokus pada risiko inflasi yang masih terjaga.

PMI komposit S&P Global turun menjadi 50.3 pada Maret dari 51.9 di Februari, menunjukkan laju aktivitas bisnis yang lebih lemah. PMI jasa turun menjadi 49.8, menandai kontraksi dan pembacaan terendah dalam lebih dari tiga tahun. Meski demikian, penguatan dolar tetap berlanjut karena sentimen pasar terhadap kebijakan Fed.

Harga saat ini mendekati level 160, namun belum ada konfirmasi breakout yang mendukung arah tegas. Likuiditas tipis dan keengganan otoritas Jepang untuk membiarkan pergerakan berlebihan menambah kehati-hatian pelaku pasar. Kondisi ini membuat risiko pasangan relatif tinggi pada langkah besar berikutnya.

Gambaran umum terkait kebijakan Fed tetap menambah kompleksitas. Data AS yang kuat memberi dukungan pada asumsi Fed tidak akan segera memangkas suku bunga, meski faktor geopolitik berperan. Hal ini menjaga USD pada posisi kuat terhadap yen dalam jangka pendek.

Karena sinyal perdagangan tidak cukup jelas untuk sinyal beli atau jual dengan rasio risk reward 1:1.5, disarankan menunggu konfirmasi teknikal lebih lanjut. Trader perlu menjaga ukuran posisi dan mematuhi batas risiko jika volatilitas meningkat. Secara umum, fokus pada target take profit hipotetis di sekitar 159.0 atau 161.0 tergantung konfirmasi breakout.

broker terbaik indonesia