PBOC Pertahankan LPR, AUDUSD Tertekan: Analisis Dampak Kebijakan China terhadap Pasar Forex

PBOC Pertahankan LPR, AUDUSD Tertekan: Analisis Dampak Kebijakan China terhadap Pasar Forex

trading sekarang

Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) memutuskan untuk mempertahankan Suku Bunga Dasar Pinjaman (LPR) pada level yang sama. LPR satu-tahun tetap di 3,00% dan LPR lima-tahun di 3,50%. Langkah ini mencerminkan kehati-hatian otoritas moneter dalam menghadapi dinamika pertumbuhan dan inflasi yang masih berlabuh di jalur sedang. Kebijakan tersebut menghindari tekanan yang lebih besar pada pembiayaan korporasi dan rumah tangga.

Keputusan LPR akhirnya mengirim sinyal status quo terhadap jalur kebijakan, namun dampaknya terasa pada pasar global. Para analis menilai bahwa PBOC tidak akan menambah stimulus dalam waktu dekat kecuali ada tekanan ekonomi signifikan. Hal ini berdampak pada arus modal global dan nilai tukar, terutama terhadap mata uang komoditas seperti AUD.

Di pasar finansial, kalangan investor menunggu potensi reaksi dari data ekonomi Tiongkok dan kebijakan bank sentral lainnya di negara mitra dagang utama. Momen ini juga menyoroti peran China sebagai rantai pasokan bagi ekonomi dunia, sehingga perubahan suku bunga bisa memicu pergerakan volatil. Meski LPR stabil, pasar tetap mengujicoba ekspektasi terkait stimulus dan stabilitas finansial.

Implikasi terhadap AUDUSD dan Potensi Pergerakan Jangka Pendek

Reaksi langsung pasar terlihat pada AUDUSD yang melemah sekitar 0,09% pada hari itu, berada di sekitar 0,6708. Gerak ini mengindikasikan respons investor terhadap kebijakan moneter China yang dinilai tidak menambah dorongan untuk ekonomi berisiko mengekspansi suku bunga. Meskipun demikian, pergeseran ini juga dipengaruhi faktor risiko global dan ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral lainnya di kawasan Asia-Pasifik.

Secara teknikal, pergerakan AUDUSD cenderung mengikuti arus risk-off ketika sentimen global menguat. Namun, ketidakpastian terkait data ekonomi Australia, daya tarik komoditas, dan perdagangan regional bisa menjaga volatilitas.

Bagi trader, fokus analisa bisa tertuju pada level koreksi, dukungan, dan pola pembalikan, namun karena sinyal disaring, disarankan untuk menunggu konfirmasi dari data rilis berikutnya.

broker terbaik indonesia