DBS Group Research menilai hasil pemilu Thailand 2026 dapat memperkuat stabilitas politik dan kontinuitas kebijakan. Kemenangan signifikan Bhumjaithai beserta koalisi pendampingnya diperkirakan mengurangi risiko kebuntuan legislatif dan mempercepat pelaksanaan kebijakan fiskal serta reform. Dalam kerangka ini, investor cenderung menimbang potensi arus masuk portofolio asing dan dampaknya terhadap mata uang baht.
Meski tidak ada satu partai yang meraih mayoritas mutlak, Bhumjaithai diperkirakan akan memimpin koalisi yang melanjutkan mandat sejak September 2025. Koalisi ini membawa buffer yang cukup di parlemen dengan 194 kursi dari 500 anggota, sehingga memperkecil peluang terjadinya kemacetan legislatif. Secara praktis, hal ini meningkatkan kepastian bagi program anggaran dan kebijakan utama negara di masa mendatang.
Menurut Cetro Trading Insight, kebijakan yang berkesinambungan dikombinasikan dengan aliran modal asing yang mulai membaik pada dua bulan pertama 2026 dapat mendorong stabilitas pasar. Pasar juga memandang peluang bahwa tekanan terhadap kebijakan moneter Bank of Thailand yang masih dovish bisa berkurang sejalan dengan stabilitas fiskal. Secara keseluruhan, konteks ini mendukung narasi bahwa risiko premia turun dan volatilitas pasar menurun dalam jangka pendek.
Analisa ini menyoroti dampak terhadap mata uang dan pasar saham Thailand. Stabilitas kebijakan serta kontinuitas reform meyakinkan pelaku pasar mengenai aliran modal asing yang lebih berkelanjutan, yang pada gilirannya berpotensi mendukung pergerakan baht dan indeks saham utama. Rangka kebijakan yang konsisten juga mengurangi ketidakpastian terkait pembahasan FY2027, yang biasanya menjadi fokus pembaruan anggaran negara.
Bank sentral dipandang tetap dovish, meskipun risiko terhadap pelonggaran kebijakan di jangka pendek berkurang karena tidak adanya gangguan besar pada agenda fiskal. Investor menilai bahwa jalur kebijakan fiskal FY2027 dapat berjalan sesuai rencana, sekaligus menjaga biaya pinjaman tetap menarik bagi pelaku usaha. Dalam konteks ini, pasar menilai bahwa ekspektasi terhadap suku bunga dan likuiditas domestik tetap terjaga dengan baik.
Bagi investor, pergeseran ekspektasi kebijakan memberi peluang untuk menyesuaikan portofolio dengan fokus pada mata uang dan aset berisiko domestik. Pergerakan USDTHB cenderung melemah jika baht menguat karena aliran modal yang positif dan stabilitas politik. Secara kumulatif, strategi perdagangan perlu mempertimbangkan volatilitas jangka pendek sambil menilai fondamental makro yang lebih luas.