Pengadilan distrik AS yang dipimpin oleh James Boasberg menyatakan subpoenas yang diajukan DOJ terhadap Powell tidak tepat, dan putusan itu menandai penolakan terhadap langkah hukum yang dianggap terlalu agresif. Keputusan itu disampaikan dalam dokumen yang diungkap pada hari Jumat, menekankan bahwa permintaan tersebut tidak sesuai prosedur dan berpotensi mengganggu proses investigasi. Analisis awal menunjukkan bahwa langkah tersebut berisiko melemahkan kredibilitas proses hukum.
Powell menanggapi secara publik pada 11 Januari, dengan menyebut penyelidikan itu sebagai dalih tekanan politik untuk menekan Fed menurunkan suku bunga dan mengomprombankan kemerdekaan institusi. Pernyataan tersebut menegaskan posisi Powell bahwa komite tersebut perlu menjaga independensi. Pasar merespons secara hati-hati terhadap pernyataan resmi yang menyoroti dinamika politik seputar kebijakan moneter.
Menurut liputan Cetro Trading Insight, keputusan ini menambah dinamika politik di sekitar kebijakan moneter dan bisa membentuk ekspektasi investor terhadap tindakan bank pusat di masa mendatang. Namun efek jangka pendeknya terbatas, mengingat fokus pasar terkait data inflasi dan prospek suku bunga.
Independen Fed adalah pilar utama kebijakan moneter di Amerika; jika tekanan hukum berlanjut, kredibilitas institusi bisa menghadapi tekanan pasar. Investor akan memantau bagaimana komentar pejabat dan rilis data ekonomi memantulkan persepsi risiko kebijakan.
Meskipun putusan menghilangkan sebagian jalur penyelidikan terhadap Powell, belum ada kepastian soal hasil investigasi lain yang mungkin berlanjut. Keterbatasan informasi membuat volatilitas pasca-putusan tetap mungkin terjadi di aset berisiko. Analisis lebih lanjut menilai potensi dampaknya terhadap sikap Fed.
Dalam prakteknya, fokus pasar tetap pada sinyal kebijakan moneter, data inflasi, dan petunjuk masa depan, daripada perkembangan hukum secara rinci. Para trader disarankan memerhatikan pernyataan pembuat kebijakan dan rilis ekonomi sebagai sumber utama.