Harga perak berada di sekitar level tertinggi sepanjang sejarah, mendekati angka 86,26 dolar per troy ounce. Kondisi ini dipicu oleh permintaan terhadap aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global. Investor mencari perlindungan nilai saat risiko nasional dan regional meningkat.
Di sepanjang perdagangan, harga XAG USD terlihat stabil, sedikit di bawah puncak tertinggi, dengan pergerakan di sekitar 85,20 dolar per troy ounce pada sesi Eropa. Perak, sebagai logam mulia yang tidak membayar bunga, menjadi pilihan bagi para trader dan investor yang ingin menjaga daya beli di tengah potensi volatilitas. Kondisi ini memperketat spread antar logam mulia lainnya.
Dalam beberapa hari terakhir, fokus pasar beralih pada data Indeks Harga Konsumen AS untuk bulan Desember yang akan dirilis di sesi Amerika. Data ini dipandang sebagai kunci untuk menilai arah kebijakan moneter dan dinamika inflasi, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi permintaan logam mulia sebagai perlindungan nilai. Kekhawatiran tentang independensi bank sentral juga menjadi topik perdebatan, menambah nuansa risiko bagi perdagangan logam mulia.
Para pedagang mencerna langkah kebijakan moneter AS dan potensi perubahan suku bunga. Walaupun ada pembahasan mengenai tekanan terhadap Federal Reserve, data menunjukkan bahwa pasar memperkirakan dua penurunan suku bunga sepanjang tahun ini meski kejutan inflasi dapat membatasi peluang pelonggaran. Alat FedWatch menunjukkan probabilitas tinggi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Januari.
Prospek kebijakan yang masih belum jelas menambah volatilitas pada logam mulia. Ketegangan geopolitik dan dinamika kebijakan moneter menambah kompleksitas bagi investor. Perak sebagai pelindung nilai bisa menerima dukungan lebih lanjut jika ketegangan regional meningkat atau jika ekspektasi pelonggaran di tahun ini direalisasikan dalam kalender kebijakan.
Pedagang akan menanti pembaruan data inflasi dan pernyataan resmi terkait rencana kebijakan untuk menilai arah jangka pendek. Secara umum, unsur kejutan inflasi di sisi atas dapat membatasi pelonggaran meskipun permintaan safe-haven tetap relevan.