Perak Melemah Seiring Meredanya Permintaan Safe-Haven dan Optimisme Pasar

Perak Melemah Seiring Meredanya Permintaan Safe-Haven dan Optimisme Pasar

Signal XAG/USDSELL
Open91.000
TP84.000
SL95.000
trading sekarang

Dinamika Harga Perak dan Sentimen Pasar

Perak kembali mengalami tekanan turun seiring meredanya permintaan safe-haven akibat meningkatnya sentimen risiko yang lebih positif di pasar global. Ketegangan geopolitik yang sebelumnya tinggi mulai surut, sehingga bias investor beralih ke aset berisiko. Dalam konteks ini, laporan politik menunjukkan langkah-langkah menahan diri dari eskalasi militer yang sebelumnya memicu kekhawatiran pasar. Investor juga mencermati sinyal dari sekutu regional mengenai tanggapan terhadap potensi tindakan lebih lanjut.

Secara teknis, harga Perak terhadap dolar AS ditutup di sekitar level 91 pada sesi Eropa, menandai kelanjutan pelemahan dua sesi beruntun. Kondisi risk-on yang membaik ikut mendorong potensi perbaikan imbal hasil di pasar lain, sehingga logam mulia kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset pelindung nilai. Berbagai narasi berita juga memperlihatkan dorongan pasar yang lebih fokus pada pertumbuhan dan stabilitas kebijakan moneter dibandingkan dengan perlindungan terhadap gejolak internasional.

Di saat yang sama, komentar bahwa para pemangku kepentingan di Israel dan sekutu regional menahan tindakan militer menambah nada optimis terhadap prospek pasar secara umum. Penjelasan tentang independensi kebijakan The Fed segera menjadi fokus, sebab perubahan risiko dapat mempengaruhi preferensi investor terhadap logam yang tidak membayar bunga. Dengan demikian, perak dipraktikkan sebagai aset yang sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter dan sentimen global.

Ruang Lingkup Data Makro dan Implikasi Kebijakan

Data pasar tenaga kerja AS yang lebih segar memberikan gambaran bahwa pemutusan hubungan kerja tetap terbatas meski biaya pinjaman membebani. Klaim tunjangan pengangguran awal menurun meskipun volatilitas di pasar tenaga kerja masih menjadi isu penting bagi pelaku pasar. Kondisi tersebut menambah argumen bagi mereka yang melihat kebijakan The Fed akan tetap kursi netral dalam beberapa bulan ke depan.

Indikator pasar seperti kontrak berjangka The Fed menunjukkan probabilitas tinggi untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan yang akan datang. Ekspektasi ini memperkuat narasi bahwa imbal hasil di instrumen berisiko lebih menarik daripada logam mulia yang tidak membayar bunga. Poin ini juga menegaskan bahwa sinyal kebijakan moneter masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah perak dalam jangka pendek.

Tambahan berita terkait perjanjian dagang antara AS dan Taiwan untuk meningkatkan produksi semikonduktor juga menjadi pendorong sentimen risk-on. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan daya saing ekonomi AS serta menambah kepercayaan investor pada pertumbuhan global. Secara keseluruhan, data makro ini menegaskan bahwa tekanan beli terhadap logam mulia cenderung mereda seiring aliran dana mengalir ke aset berisiko yang menawarkan peluang keuntungan lebih cepat.

Prospek Kebijakan Moneter dan Potensi Pergerakan Harga

Perspektif bahwa The Fed akan menahan suku bunga memberi fondasi bagi kehati-hatian dalam perdagangan logam mulia. Kebijakan ini menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali sambil menjaga kondisi pasar tenaga kerja yang kuat. Dengan demikian, investor cenderung menggeser fokus dari pelindung nilai ke instrumen yang lebih berisiko, yang pada akhirnya bisa menekan harga perak jika permintaan safe-haven melemah lebih lanjut.

Dari sudut teknikal, pergerakan harga dapat melanjutkan tren pelemahan jika momentum risk-on tetap bertahan. Penembusan di bawah level sekitar 90-92 dapat memicu sinyal jual lebih lanjut, asalkan volume perdagangan tetap mendukung arah tersebut. Namun, potensi rebound tetap terbuka jika ada faktor geopolitik yang menghidupkan kembali volatilitas pasar dan meningkatkan permintaan logam mulia.

Investor disarankan memantau rilis data pekerjaan dan inflasi berikutnya untuk konfirmasi arah jangka pendek. Sinyal risiko dan reward yang sehat memerlukan konfirmasi dari kedua sisi: jika harga turun, target realistis bisa di sekitar 84-86 untuk mencapai profit, sementara stop loss di atas 95 membantu membatasi risiko. Secara keseluruhan, dinamika kebijakan moneter akan menjadi kunci penentu arah Perak dalam beberapa pekan mendatang.

broker terbaik indonesia