Perak XAG/USD melejit mendekati level $90 pada sesi Asia, memperlihatkan dorongan kuat dari permintaan aset safe-haven. Pasar commodity sedang dibentuk oleh kekhawatiran global mengenai konflik regional dan risiko kebijakan. Investor menilai logam putih sebagai pelindung nilai yang andal di tengah volatilitas yang meningkat.
Pada latar belakang ketegangan di wilayah Iran, masyarakat menuntut perubahan politik seiring inflasi melonjak dan pelambanan nilai Rial terhadap Dolar. Arah aliran modal menuju logam mulia mencerminkan upaya lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi makro dan kebijakan fiskal di tengah gejolak regional. Kombinasi ini mendukung permintaan terhadap logam sebagai aset lindung nilai yang relatif likuid.
Namun, pergerakan masih disertai dinamika risiko karena respons pasar terhadap berita politik bisa berubah cepat. Pelaku pasar memantau eskalasi risiko ekonomi serta respons kebijakan moneter global yang bisa memodulasi arah aliran investasi ke safe-haven tanpa mengorbankan volatilitas jangka pendek. Analisis segera diperlukan untuk memahami kapan volatilitas dapat mereda dan arah harga akhirnya ditetapkan.
Para pemimpin bank sentral global mengkritik serangan terhadap independensi Federal Reserve, sebuah isu yang memperumit iklim kebijakan abstrak di mana The Fed beroperasi. Komentar publik dari otoritas moneter menambah nuansa ketidakpastian bagi para pelaku pasar obligasi dan mata uang. Pasar menilai bahwa ketegangan politik lain dapat mencoba menekan dolar jika kebijakan moneter tetap stabil.
Di tengah perdebatan tersebut, pernyataan solidaritas terhadap Jerome Powell menenangkan pasar dan membantu pasar mata uang pulih dari tekanan. Rebound dolar AS dipicu oleh dukungan ini, meski kekhawatiran tentang otonomi lembaga tersebut tetap menjadi sorotan dalam analisis kebijakan dan dampaknya pada likuiditas. Investor menilai bahwa dukungan terhadap kebijakan Fed bisa membatasi risiko yang terkait dengan perubahan kebijakan besar di masa mendatang.
Sentimen global yang menekankan stabilitas kebijakan moneter meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven, sehingga volatilitas di pasar mata uang cenderung menurun sementara. Pasar menilai bahwa solidaritas antara bank sentral utama mengurangi risiko terkait dengan ketidakpastian kebijakan internasional. Hal ini memberikan ruang bagi investor untuk menjaga eksposur pada logam mulia sebagai bagian dari strategi perlindungan nilai.
Secara teknis, pergerakan XAG/USD menunjukkan tren yang masih bullish meski mendekati wilayah jenuh beli. RSI berada di sekitar 75, menunjukkan tekanan pembeli yang tetap kuat meskipun beberapa indikator teknikal mengisyaratkan kepadatan posisi beli. Kondisi ini menambah keyakinan bahwa arah utamanya tetap ke atas dalam jangka pendek.
Momentum tetap positif dengan bias menuju arah lebih tinggi, namun konsolidasi bisa terjadi jika dinamika harga tidak mampu menembus level resistance yang relevan. Pelaku pasar juga memperhitungkan potensi kejutan eksternal seperti data ekonomi atau perubahan kebijakan yang bisa memicu penyesuaian harga. Investor disarankan memperhatikan level teknis untuk mengelola risiko secara lebih terstruktur.
Analisis teknis ini menekankan bahwa jika RSI melonjak ke ekstrem sekitar 85–90, risiko koreksi lebih tajam meningkat dan fase penggilingan harga bisa menguat. Dalam kerangka perdagangan yang berhati-hati, penempatan stop-loss dan target profit harus mempertimbangkan volatilitas yang melekat pada pasar logam mulia. Meskipun peluang bullish tetap ada, kondisi global mengundang kehati-hatian karena reli harga bisa cepat berbalik jika dinamika geopolitik memburuk.