Harga Perak (XAG/USD) bergerak naik mendekati 74,0–74,1 dolar per troy ounce pada pembukaan sesi Eropa. Pergerakan ini sebagian didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melakukan dua pemangkasan suku bunga pada tahun 2026. Kondisi kebijakan yang lebih akomodatif meningkatkan minat investor terhadap logam mulia sebagai proteksi terhadap ketidakpastian ekonomi.
Logam berimbal hasil nol ini memiliki biaya peluang yang lebih rendah ketika suku bunga turun, sehingga para investor lebih cenderung menambah posisi pada Perak. Pengurangan biaya peluang menambah daya tarik aset non-barian ini di pasar yang volatil. Akibatnya, permintaan institusional dan spekulan meningkat seiring sentimen pasar membaik.
Selain faktor kebijakan, dinamika geopolitik juga menambah dukungan bagi logam safe-haven. Rencana calon Ketua Fed yang kemungkinan mengubah arah kebijakan moneter ke wilayah yang lebih rendah saat masa jabatan Powell berakhir menambah ketidakpastian bagi investor. Ketegangan global meningkatkan minat pada aset lindung nilai seperti Perak.
Dolar AS berada dalam pelemahan terhadap beberapa mata uang utama, sehingga Perak yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli asing. Penurunan nilai dolar mengurangi biaya pembelian logam berharga ini oleh mitra dagang internasional. Kondisi tersebut mendukung pergerakan harga XAG/USD ke level lebih tinggi.
Permintaan di pasar China juga menunjukkan peningkatan, mencerminkan minat yang kuat pada logam industri. Premi berjangka di Bursa Berjangka Shanghai mencapai level tertinggi sepanjang masa, menandakan tekanan pasokan lokal yang meningkat. Hal ini memperketat ketersediaan logam abu-abu di pasar global.
Secara umum, kombinasi suku bunga rendah kebijakan Fed dan dolar yang lemah memberi dukungan bagi Perak dalam jangka menengah. Investor mencoba memanfaatkan sinyal bahwa kebijakan moneter dapat lebih banyak mendukung aset aset komoditas. Tekanan pasar dan peluang teknikal saling melengkapi gambaran tren bullish.
Ketegangan geopolitik yang meningkat telah memperkuat daya tarik aset lindung nilai. Perak sebagai logam mulia cenderung menarik minat para pelaku pasar saat risiko konflik naik. Ancaman baru antara negara adidaya dan ketegangan regional meningkatkan permintaan safe-haven di segmen pasar komoditas.
Harga logam abu-abu ini juga mengikuti dinamika logam lainnya yang biasanya naik pada periode risiko tinggi. Investor menilai Perak sebagai alternatif diversifikasi portofolio dengan likuiditas yang relatif tinggi. Kondisi itu mendorong arus masuk modal dan menjaga momentum harga.
Premi di pasar fisik seperti Bursa Berjangka Shanghai menunjukkan kepadatan permintaan lokal meskipun stok global telah menipis. Ketatnya pasokan di brankas utama memperbesar peluang lonjakan harga lebih lanjut jika permintaan tetap kuat. Aktivitas perdagangan yang tinggi di Shanghai juga menyimbolkan kepercayaan investor terhadap prospek logam ini.