Harga Perak memulih setelah kemenangan telak koalisi pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilihan akhir pekan. Menurut laporan Cetro Trading Insight, kebijakan fiskal ekspansif diperkirakan mendorong inflasi ke level lebih tinggi, yang biasanya mendukung permintaan logam mulia sebagai lindung nilai. Selain itu, permintaan safe-haven tetap kuat karena ketidakpastian regional dan volatilitas pasar saham.
Kebijakan fiskal ekspansif cenderung meningkatkan ekspektasi inflasi, sehingga investor mencari perlindungan pada aset seperti perak. Perak dianggap sebagai hedge terhadap inflasi, sehingga momentum pembelian dapat berlanjut meski ada fluktuasi jangka pendek. Namun, beberapa analis menekankan bahwa gerakan harga perlu didorong oleh data ekonomi yang jelas.
Kewaspadaan pasar meningkat menjelang rilis data pekerjaan AS. Laporan tenaga kerja Januari diproyeksikan menunjukkan stabilisasi, yang bisa mengubah pandangan investor mengenai jalur suku bunga The Fed. Secara umum, para pelaku pasar menantikan petunjuk dari data tersebut untuk mengukur seberapa cepat kebijakan moneter akan diubah.
Investors menantikan rilis data pekerjaan AS dan dinamika tenaga kerja bulan Januari. Proyeksi menunjukkan penambahan pekerjaan sekitar 70.000 dengan tingkat pengangguran yang diperkirakan stabil di 4,4%. Katalis utama data ini adalah bagaimana angka tersebut mempengaruhi keputusan The Fed terkait suku bunga dan laju pengetatan kebijakan ke depan.
Komentar pejabat The Fed juga membentuk sentimen pasar. Mary Daly dari The Fed San Francisco menekankan bahwa ekonomi bisa tetap berjalan di jalur perekrutan rendah meski ada risiko pengurangan tenaga kerja. Phillip Jefferson menekankan bahwa kebijakan masa depan akan dipandu oleh data, menegaskan pendekatan berbasis data dalam menilai prospek ekonomi.
Di sisi lain, Raphael Bostic dari Fed Atlanta menyoroti bahwa inflasi tetap tinggi dan tidak boleh dianggap remeh. Meskipun jalur kebijakan bisa tetap netral untuk saat ini, pasar tetap mengandung ekspektasi terhadap penyesuaian jika tekanan harga berlanjut. Secara keseluruhan, dinamika inflasi dan prospek kebijakan menjadi fokus utama bagi trader logam mulia seperti perak, dengan potensi upside jika data AS mendukung prospek inflasi tetap tinggi.