Harga perak berada sekitar $92,65 pada sesi Asia hari ini, naik tipis dibandingkan transaksi sebelumnya. Kenaikan ini datang meskipun momentum intraday terlihat terbatas, karena beberapa investor menimbang risiko makro secara luas. Permintaan safe haven yang meningkat dan kebutuhan industri menambah dukungan bagi logam putih tersebut.
Analis menilai peluang perak untuk mencapai rekor tertinggi tetap terbuka jika tekanan risiko global tetap tinggi. Pergerakan harga juga dipengaruhi dinamika dolar AS dan arus permintaan industri yang sensitif terhadap siklus ekonomi. Permintaan pada sektor panel surya, EV, dan infrastruktur terkait AI menjadi faktor kunci di balik optimisme ini.
Sementara itu, pasar AS relatif menutup sejak Senin karena libur Martin Luther King Jr. Day, sehingga likuiditas relatif rendah. Kondisi ini bisa meningkatkan volatilitas harga saat berita utama muncul, meski arah jangka pendek masih dipandu oleh sentimen safe haven dan prospek kebijakan moneter. Keputusan The Fed soal pelonggaran akan menjadi pengendali utama arah harga ke depan.
Faktor fundamental yang mendukung perak mencakup permintaan industri yang kuat. Panel surya, kendaraan listrik, serta infrastruktur terkait AI meningkatkan penggunaan perak dalam berbagai produk dan komponen. Aplikasi industri menyumbang lebih dari separuh permintaan global, sehingga perubahan di sektor ini berdampak signifikan pada harga.
Di sisi geopolitik, ancaman tarif impor AS terhadap beberapa negara Eropa menambah ketidakpastian perdagangan. Pasar menilai bahwa perang dagang potensial bisa lebih lanjut mendorong permintaan safe haven terhadap logam mulia. Namun respons kebijakan pihak terkait akan menentukan seberapa besar dampaknya terhadap harga saat ini.
Selain faktor geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter AS juga berperan penting. Jika ekspektasi bahwa The Fed mengurangi pelonggaran akhirnya tidak terpenuhi, dolar AS bisa menguat dan membatasi kenaikan harga logam berdenominasi USD. Namun beberapa analis termasuk Morgan Stanley menyesuaikan prediksi tentang pemotongan suku bunga ke tengah tahun 2026, memberi dukungan terhadap sentimen pasar jangka menengah.
From a risk perspective, dolar AS bisa menguat jika The Fed menahan pelonggaran lebih lama dari ekspektasi. Peningkatan nilai USD cenderung membuat perak lebih mahal bagi pembeli luar USD, sehingga memberikan tekanan terhadap laju kenaikan harga jangka pendek. Investor perlu memantau pergerakan suku bunga serta rilis data ekonomi yang bisa memicu volatilitas.
Secara teknikal, pergerakan dekat level sekitar $92,65 menandai area penting bagi tren jangka pendek. Jika harga menembus resistensi, potensi breakout ke level yang lebih tinggi bisa terjaga; sebaliknya, penurunan di bawah support terdekat bisa mengundang tekanan jual. Investor perlu mengonfirmasi sinyal dengan konfirmasi harga sebelum mengambil posisi.
Untuk manajemen risiko, disarankan rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5. Penentuan stop loss dan target price harus mempertimbangkan volatilitas dan berita terkini. Selalu sesuaikan ukuran posisi dengan profil risiko dan gunakan pelindung seperti trailing stop saat volatilitas meningkat.