Perak Rebound Dekat USD 90,50 Didukung Ketegangan AS-Iran dan Ekspektasi Kebijakan Fed

Perak Rebound Dekat USD 90,50 Didukung Ketegangan AS-Iran dan Ekspektasi Kebijakan Fed

trading sekarang

Nilai Perak (XAG/USD) kembali menguat mendekati 90,50 dolar AS pada perdagangan Eropa, didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat antara AS dan Iran. Ketidakpastian geopolitik cenderung mendorong permintaan terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai. Laporan dari Reuters menyebutkan serangan drone terhadap kapal induk Abraham Lincoln di Laut Arab, yang menambah volatilitas pasar secara keseluruhan.

Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed yang baru memicu pergeseran sentimen di pasar mata uang dan komoditas. Banyak pelaku pasar mengaitkan Warsh dengan potensi kekuatan dolar AS, sehingga aksi harga logam lebih sensitif terhadap dinamika kebijakan moneter. Kondisi tersebut menambah tekanan bagi perak yang sensitif terhadap perubahan kebijakan suku bunga.

Dalam konteks kebijakan, pasar memperkirakan Fed akan menahan suku bunga pada dua pertemuan kebijakan mendatang. Menurut CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga pada Maret maupun April tampak rendah. Investor juga menantikan rilis data ADP perubahan tenaga kerja dan PMI Jasa ISM untuk Januari yang dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap prospek kebijakan moneter.

Harga Perak diperdagangkan sekitar 90,50 dolar AS, naik sekitar 6% dari level sebelumnya. Secara teknikal, harga masih berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20-hari yang berada di sekitar 91,66, menunjukkan bias bearish jangka pendek. RSI 14-hari berada pada 50,76, mendekati wilayah netral dan menunjukkan momentum yang tidak terlalu kuat meskipun ada rebound.

Analisis teknis menyoroti bahwa penutupan harian di atas EMA 20-hari akan mengurangi tekanan penurunan dan membuka jalan menuju level psikologis 100,00. Para pelaku pasar menilai bahwa konfirmasi melalui pergerakan harga yang berkelanjutan di atas 20-HMA diperlukan untuk menguatkan prospek pemulihan. Level resistance utama berada di sekitar 91,66 dan 100,00, sementara support terdekat berada di kisaran 85,00–86,00.

Sebaliknya, jika harga gagal merebut kembali 20-hari EMA, risiko penurunan dapat melanjut. Kondisi ini akan menjaga risiko tetap condong ke bawah dalam beberapa sesi kedepan. Pelaku pasar dianjurkan memantau pergerakan harga harian dan dinamika volatilitas untuk mengidentifikasi peluang perdagangan yang lebih jelas.

Apa yang Perlu Dipantau Kedepannya

Data ekonomi utama yang dinantikan adalah laporan ADP Nonfarm Payrolls dan indeks PMI Jasa ISM untuk Januari. Data ini diperkirakan akan memberikan gambaran arah kebijakan moneter AS dan kesehatan pasar tenaga kerja. Investor akan menilai apakah pertumbuhan tenaga kerja tetap kuat dan bagaimana sektor jasa berkontribusi terhadap produksi dan belanja.

Selain itu, pergerakan data- data tersebut akan mempengaruhi ekspektasi pasar terkait jalur kebijakan Federal Reserve, termasuk pandangan melalui CME FedWatch. Perkembangan ini bisa mengubah probabilitas pemangkasan suku bunga di bulan Maret maupun April. Meski demikian, konsensus pasar menempatkan peluang pemangkasan pada level rendah pada dua pertemuan kebijakan mendatang.

Bagi logam mulia, dinamika dolar AS menjadi faktor utama. Penguatan dolar cenderung menekan harga perak, sementara pelemahan dolar berpotensi meningkatkan minat pembeli. Investor juga perlu memantau apakah harga perak bisa menembus level psikologis 100,00 atau sebaliknya berlanjut turun seiring berita geopolitik dan rilis data ekonomi.

broker terbaik indonesia