Harga perak (XAG/USD) merosot mendekati level 93,60 dolar AS pada awal sesi Asia hari Selasa, setelah aksi ambil untung pasca lonjakan tertinggi di sesi sebelumnya. Para pedagang mencoba merealisasikan sebagian keuntungan sembari logam mulia meniti peluang teknikal untuk koreksi. Pergerakan ini menandai jeda dari dinamika kenaikan yang terjadi belakangan dan memperlihatkan ketidakseimbangan antara minat beli teknikal dan tekanan profit taking.
Permintaan safe-haven tetap menjadi faktor utama yang membentuk arah jangka pendek. Meskipun demikian, volatilitas intraday menunjukkan pembalikan kecil ketika trader menimbang data ekonomi dan komentar bank sentral. Level support sekitar 93,50 dolar menjadi fokus karena penjualan cenderung berhenti di area tersebut.
Di sisi makro, dolar AS cenderung bergerak dipengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Pasar menilai peluang penurunan suku bunga mendekati hampir 5 persen pada akhir bulan ini, meski sebagian besar skenario menempatkan dolar pada posisi lebih kuat. Kondisi ini menambah beban bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga pergerakan harga lebih bergantung pada sentimen risiko dan aliran modal global.
Dua faktor utama mempengaruhi dinamika harga perak saat ini, yaitu rencana tarif impor AS terhadap delapan negara Eropa dan respons kebijakan UE terkait Greenland. Pasar menilai bagaimana langkah balasan bisa menghambat atau memperlambat arus perdagangan logam mulia. Sentimen risiko akan terpengaruh jika kebijakan tersebut meluas ke bidang ekspor impor regional.
Rencana Trump untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 10% mulai 1 Februari terhadap negara-negara yang disebutkan telah meningkatkan permintaan aset safe-haven, termasuk perak, ketika investor melindungi nilai portofolio dari risiko geopolitik. Reaksi pasar terlihat sebagai dorongan defensif yang mendukung harga meski data ekonomi global masih beragam. Di sisi lain, respons UE terhadap Greenland bisa menambah volatilitas dengan potensi gangguan pasokan.
Narasi kebijakan moneter juga membentuk arah pasar; Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan ini. Pasar menilai peluang besar bagi penurunan suku bunga di akhir bulan cukup kecil, meski beberapa indikator menunjukkan penurunan mungkin terjadi. Gambaran umum ini menambah dinamika bagi perak sebagai aset yang sensitif terhadap pergerakan dolar dan imbal hasil relatifnya.
Dalam jangka pendek, perak diperkirakan akan tetap volatil karena kombinasi risiko tarif dan dinamika geopolitik. Investor perlu menjaga kesiapsiagaan terhadap gerak harga yang bisa berubah tajam dalam beberapa hari mendatang. Analisis teknis menunjukkan bahwa waistband harga berada di sekitar level yang menjadi patokan untuk penurunan lebih lanjut atau rebound moderat.
Jika Federal Reserve menahan suku bunga lebih lama, kemungkinan dolar menguat dan memberikan tekanan tambahan bagi logam mulia, meski permintaan safe-haven dapat mendongkrak pembalikan teknis pada beberapa titik. Investor yang berada dalam posisi agresif perlu memperhatikan risiko eksposur valuta asing dan menerapkan manajemen risiko yang ketat. Gunakan stop loss dan sesuaikan ukuran posisi sesuai toleransi risiko.
Rekomendasi utama adalah memantau perkembangan tarif, dinamika kebijakan moneter, serta faktor-faktor geopolitik secara berkala. Penentuan level masuk yang konservatif dan manajemen risiko ketat diperlukan dalam skenario pasar yang bergejolak. Disarankan pula untuk menjaga diversifikasi portofolio sebagai penyangga volatilitas dan menyiapkan skenario alternatif jika likuiditas menipis.