
Kalangan investor terus menilai sinyal kebijakan moneter AS. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 83.1% jelang Desember. Komentar dari Ketua Fed Warsh menegaskan komitmen ketat untuk membatasi inflasi serta menjaga fondasi ekonomi secara umum tetap stabil. Rapat dan pernyataan kebijakan ini meningkatkan fokus pada arah suku bunga dan biaya pinjaman bagi pelaku pasar.
Nilai dolar AS menguat, sehingga biaya pembelian logam non-bunga seperti perak membebani permintaan global. Arah ini memperlambat koreksi harga logam mulia dan menambah tekanan bagi XAGUSD. Pasar telah melihat pergeseran preferensi investor menuju aset yang lebih sensitif terhadap kebijakan moneter.
Di tengah itu, investor menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures PCE AS yang menjadi petunjuk utama inflasi yang akan datang. Proyeksi menunjukkan inflasi headline bertahan tinggi sementara laju inflasi inti juga diperkirakan naik, memberikan tekanan lebih lanjut pada harga logam. Dalam konteks ini, para pedagang menilai bagaimana tekanan inflasi dan suku bunga dapat membentuk jalur perak ke depan.
Harga XAGUSD turun untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran 56.90 dolar AS per troy ounce pada sesi Asia. Dampak utama berasal dari skenario suku bunga AS yang lebih hawkish serta minimnya imput imbal hasil yang membuat perak menjadi pilihan yang kurang menarik bagi investor pasar komoditas. Sentimen ini diperkuat oleh pengetatan likuiditas dan ketidakpastian seputar prospek inflasi.
Seiring dengan itu, volatilitas harga tertekan oleh dolar yang lebih kuat dan permintaan pembeli internasional yang lebih mahal akibat DXY yang berada di level tinggi. Dalam konteks teknis, pergerakan di kisaran ini menandai tekanan berkelanjutan bagi logam mulia tanpa hasil. Analisis teknikal menunjukkan bahwa tren penurunan masih relevan jika data ekonomi AS tidak mendukung kebijakan yang lebih lunak.
Selanjutnya, fokus pasar tertuju pada rilis data PCE yang diharap menyalakan arah baru untuk inflasi dan risiko kebijakan. Indikator dolar AS mendekati level tinggi satu tahun sekitar 101.80, menambah tekanan terhadap harga logam. Kondisi ini menambah diskon yang lebih besar bagi pelaku pasar yang menimbang posisi panjang pada logam tanpa imbal hasil.
Dengan menyimak tren saat ini, rekomendasi trading berpenekanan pada bias bearish terhadap perak. Manajemen risiko menjadi kunci, dengan rencana entry dan target yang jelas. Secara khusus, tingkat terbuka sekitar 56.90 dolar menjadi acuan, dengan target keuntungan di sekitar 54.50 dan batas risiko pada 58.50.
Jika data PCE menunjukkan deviasi signifikan dari ekspektasi, skema trading bisa direvisi. Pelaku pasar perlu menakar kemungkinan pergerakan DXY, volatilitas harga, dan respons pasar terhadap data rilis ekonomi. Alternatifnya, jika DXY melemah mendadak, posisi short pada logam ini bisa direvisi atau ditutup lebih cepat.
Kesimpulannya, pola kebijakan moneter yang hawkish dan tekanan inflasi yang berkelanjutan menjaga tekanan pada perak. Trader disarankan untuk memantau rilis data ekonomi utama serta dinamika dolar untuk menyesuaikan rencana trading. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca setia kami, dengan fokus pada analisis komprehensif dan praktik manajemen risiko yang sehat.